Idulfitri 2026
MUI Mimika Imbau Umat Tunggu Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 1447 Hijriah
Ia menjelaskan, sidang isbat tersebut dijadwalkan berlangsung sejak siang hingga menjelang malam, untuk menentukan awal bulan
Ringkasan Berita:
- Ketua MUI Mimika KH Muhammad Amin AR menyampaikan penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah masih menunggu sidang isbat pemerintah yang menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal.
- Ia menegaskan perbedaan penentuan hari raya merupakan hal wajar dan mengimbau umat Islam tetap menjaga kerukunan. Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Mimika dipusatkan di Graha Eme Neme Yauware dan sekitar 90 masjid serta mushola.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, KH Muhammad Amin AR menyampaikan bahwa penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah.
Ia menjelaskan, sidang isbat tersebut dijadwalkan berlangsung sejak siang hingga menjelang malam, untuk menentukan awal bulan Syawal berdasarkan munculnya hilal saat matahari terbenam.
“Penentuan Idul Fitri menunggu sidang isbat. Ketika matahari terbenam dan hilal terlihat, maka itu menjadi penanda masuknya bulan baru,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Agama menggunakan dua metode dalam menentukan awal bulan Hijriah, yakni metode hisab dan rukyatul hilal.
Baca juga: Warga Nabire Serbu Pasar Kalibobo, Daging Sapi Jadi Buruan Utama Jelang Lebaran
Metode hisab dilakukan dengan perhitungan secara cermat dan akurat, sedangkan rukyatul hilal dilakukan dengan cara melihat langsung hilal, sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
“Rasulullah mengajarkan agar kita berpuasa ketika melihat hilal dan berlebaran juga ketika melihat hilal,” jelasnya.
Ia juga menanggapi adanya sebagian umat Islam yang merayakan Idul Fitri lebih awal.
Menurutnya, hal tersebut sah-sah saja selama sesuai dengan keyakinan masing-masing.
“Bagi saudara-saudara kita yang berlebaran lebih dulu, itu sah. Namun sebagian besar umat Islam diharapkan tetap menunggu keputusan pemerintah,” katanya.
Ia menegaskan, perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang biasa dan tidak perlu diperdebatkan.
Baca juga: Dinkes Biak Pastikan RSUD dan 21 Puskesmas Siaga 24 Jam Selama Libur Lebaran
“Perbedaan ini sudah sering terjadi dan tidak perlu menimbulkan pertentangan. Ini adalah khazanah yang membawa kebaikan bagi umat Islam,” ucapnya.
Sementara itu, kata dia, untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri di Kabupaten Mimika telah ditetapkan di sejumlah titik. Pusat pelaksanaan akan digelar di Graha Eme Neme Yauware, serta di masjid-masjid lainnya yang tersebar di wilayah tersebut.
“Kurang lebih ada 90 masjid dan mushola yang akan melaksanakan Salat Idul Fitri,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim.
“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan terus menjaga kerukunan serta toleransi antarumat beragama, sehingga tercipta suasana yang aman dan kondusif,” tutupnya.(*)
Tribun-Papua.com
Hari Idul Fitri
Hari Raya Idul Fitri
Idul Fitri
Ketua MUI Mimika
Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Isbat Penentuan Idulfitri
umat muslim
Info Kabupaten Mimika
Mimika
Kabupaten Mimika
| PT Petrosea Bantu Dinkes Mimika Keroyok Nyamuk Malaria |
|
|---|
| RSUD Teluk Bintuni Perkuat Layanan Kesehatan Melalui Pemeriksaan Jantung Modern |
|
|---|
| 2 Dekade Tanpa Asrama, Mahasiswa Supiori di Manokwari Tagih Solusi Permanen ke Pemkab |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik se-Indonesia, Begini Penjelasan Pertamina Nabire |
|
|---|
| Laga Persipura vs PSIS Semarang Dramatis: Kegagalan Penalti dan Gol Penyelamat Kelly Sroyer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sadaskdaskdasdljklas.jpg)