Senin, 20 April 2026

Idulfitri 2026

MUI Mimika Imbau Umat Tunggu Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 1447 Hijriah

Ia menjelaskan, sidang isbat tersebut dijadwalkan berlangsung sejak siang hingga menjelang malam, untuk menentukan awal bulan

Tribun-Papua.com
IDUL FITRI 1447 - Ketua MUI Mimika KH Muhammad Amin AR mengimbau umat Islam tetap menunggu hasil sidang isbat penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah serta menjaga kerukunan di tengah perbedaan penentuan hari raya. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua MUI Mimika KH Muhammad Amin AR menyampaikan penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah masih menunggu sidang isbat pemerintah yang menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal. 
  • Ia menegaskan perbedaan penentuan hari raya merupakan hal wajar dan mengimbau umat Islam tetap menjaga kerukunan. Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Mimika dipusatkan di Graha Eme Neme Yauware dan sekitar 90 masjid serta mushola.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, KH Muhammad Amin AR menyampaikan bahwa penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah.

Ia menjelaskan, sidang isbat tersebut dijadwalkan berlangsung sejak siang hingga menjelang malam, untuk menentukan awal bulan Syawal berdasarkan munculnya hilal saat matahari terbenam.

“Penentuan Idul Fitri menunggu sidang isbat. Ketika matahari terbenam dan hilal terlihat, maka itu menjadi penanda masuknya bulan baru,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Agama menggunakan dua metode dalam menentukan awal bulan Hijriah, yakni metode hisab dan rukyatul hilal.

Baca juga: Warga Nabire Serbu Pasar Kalibobo, Daging Sapi Jadi Buruan Utama Jelang Lebaran

Metode hisab dilakukan dengan perhitungan secara cermat dan akurat, sedangkan rukyatul hilal dilakukan dengan cara melihat langsung hilal, sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah mengajarkan agar kita berpuasa ketika melihat hilal dan berlebaran juga ketika melihat hilal,” jelasnya.

Ia juga menanggapi adanya sebagian umat Islam yang merayakan Idul Fitri lebih awal. 

Menurutnya, hal tersebut sah-sah saja selama sesuai dengan keyakinan masing-masing.

“Bagi saudara-saudara kita yang berlebaran lebih dulu, itu sah. Namun sebagian besar umat Islam diharapkan tetap menunggu keputusan pemerintah,” katanya.

Ia menegaskan, perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang biasa dan tidak perlu diperdebatkan.

Baca juga: Dinkes Biak Pastikan RSUD dan 21 Puskesmas Siaga 24 Jam Selama Libur Lebaran

“Perbedaan ini sudah sering terjadi dan tidak perlu menimbulkan pertentangan. Ini adalah khazanah yang membawa kebaikan bagi umat Islam,” ucapnya.

Sementara itu, kata dia, untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri di Kabupaten Mimika telah ditetapkan di sejumlah titik. Pusat pelaksanaan akan digelar di Graha Eme Neme Yauware, serta di masjid-masjid lainnya yang tersebar di wilayah tersebut.

“Kurang lebih ada 90 masjid dan mushola yang akan melaksanakan Salat Idul Fitri,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, ia mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan terus menjaga kerukunan serta toleransi antarumat beragama, sehingga tercipta suasana yang aman dan kondusif,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved