Info Mimika
Johannes Rettob: Mimika Fokus pada Pemberdayaan UMKM dan Digitalisasi
Bupati Mimika Johannes Rettob menekankan paradigma pembangunan daerah kini harus lebih inklusif.
Ringkasan Berita:
- Bupati Mimika Johannes Rettob menekankan paradigma pembangunan daerah kini harus lebih inklusif.
- Menurutnya, pembangunan fisik berupa infrastruktur memang krusial, namun peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendampingan usaha jauh lebih mendesak.
Laporan Wartawan TribunPapua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai memetakan arah pembangunan daerah untuk tahun 2027 dengan menitikberatkan pada penguatan ekonomi akar rumput dan transformasi digital.
Langkah ini diambil guna memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bersandar pada sektor makro, tetapi juga menyentuh pemberdayaan UMKM dan koperasi.
Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang digelar di Aula Bappeda, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (30/3/2026).
Musrenbang kali ini mengusung tema "Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kearifan Lokal, Pemberdayaan UMKM dan Koperasi, serta Percepatan Digitalisasi Layanan Publik".
Baca juga: Menjadi Pilar Pembangunan, Pemuda Amugsa Kini Miliki Wadah Perjuangan di Mimika
Bupati Mimika Johannes Rettob menekankan paradigma pembangunan daerah kini harus lebih inklusif.
Menurutnya, pembangunan fisik berupa infrastruktur memang krusial, namun peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendampingan usaha jauh lebih mendesak.
"Pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan pelayanan dan pendampingan masyarakat, khususnya dalam pengembangan produk lokal," ujar Johannes saat membuka kegiatan tersebut.
Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah keberhasilan produk UMKM lokal yang mulai merambah pasar internasional.
Johannes mengungkapkan, komoditas asli dari Bumi Amungme kini tidak lagi hanya menjadi konsumsi domestik, melainkan telah menembus pasar Belanda hingga Amerika Serikat.
"Produk-produk lokal kita sudah mulai bertumbuh. Ini menunjukkan potensi ekonomi berbasis masyarakat sangat besar. Bahkan, sebagian sudah terjual melalui platform digital (marketplace), yang secara langsung membantu meningkatkan pendapatan warga," tambahnya.
Menurut Johannes, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk memperluas pemasaran produk UMKM sekaligus mempercepat layanan publik di Kabupaten Mimika.
Sinkronisasi dan Kolaborasi
Musrenbang RKPD ini juga menjadi wadah sinkronisasi antara usulan dari tingkat distrik dengan prioritas pembangunan di tingkat provinsi hingga pusat.
| Harga Daging Sapi di Mimika Tembus Rp 200 Ribu per Kilo, Pedagang Mengeluh Sepi |
|
|---|
| Kepiting Bakau Mimika Tembus Pasar Malaysia, Ekspor Perdana Capai 240 Kilogram |
|
|---|
| BMKG Ingatkan Warga 12 Distrik di Mimika Siapkan Perlengkapan Hujan |
|
|---|
| Merry Pongutan Siap Hidupkan Semangat Dansa di Mimika Selama 4 Tahun ke Depan |
|
|---|
| Mimika Pagi Ini Cerah Namun BMKG Prediksi Seluruh Distrik Akan Hujan Ringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/g-Rencana-Kerja-Pemerintah-Daerah-Ra.jpg)