Paskah di Mimika
Mimika Sambut Fajar Baru, Ibadah Paskah 2026 Jadi Momen Move On ke Hidup yang Baru
Sebelumnya, umat Kristiani mengikuti pawai obor dari Lapangan Pasar Lama menuju Gereja Katedral Tiga Raja. Rute kemudian
Ringkasan Berita:
- Ibadah Fajar Paskah di Mimika berlangsung khidmat dan diikuti ribuan umat Kristiani. Ketua PGGM, Pdt Pascal Victor Warint, menyampaikan khotbah tentang kebangkitan Kristus yang membawa keberanian dan pembaruan hidup.
- Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menekankan Paskah sebagai simbol kemenangan dan harapan baru, sekaligus apresiasi kepada panitia yang menyukseskan kegiatan. Ibadah ini juga menjadi momentum mempererat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Ibadah Fajar Paskah berlangsung khidmat di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Minggu (5/4/2026).
Ibadah yang digelar untuk memperingati penyambutan kebangkitan Yesus Kristus ini dimulai pada pukul 02.30 WIT dini hari.
Sebelumnya, umat Kristiani mengikuti pawai obor dari Lapangan Pasar Lama menuju Gereja Katedral Tiga Raja. Rute kemudian dilanjutkan melalui Jalan Cenderawasih dan Jalan Budi Utomo hingga berakhir di halaman Gedung Eme Neme Yauware.
Dalam ibadah tersebut, Ketua Pengurus Persekutuan Gereja-gereja Mimika (PGGM), Pdt Pascal Victor Warint STh, menyampaikan khotbah yang diambil dari Kitab 2 Korintus 5:17.
Baca juga: Bupati Johannes Rettob Lepas Ribuan Cahaya Kemenangan Paskah Keliling Kota Mimika
Pdt Pascal Victor Warint, menekankan bahwa menjadi ciptaan baru berarti umat harus berani bergerak meninggalkan (move on) masa lalu yang kelam. Menurutnya, kebangkitan Kristus adalah momen bagi setiap orang untuk meninggalkan perbuatan dosa dan melangkah ke pola hidup yang baru.
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kebangkitan Kristus membawa perubahan besar bagi umat manusia, dari ketakutan menjadi keberanian.
Menurutnya, saat Yesus ditangkap dan disalibkan, para murid diliputi rasa takut. Namun setelah kebangkitan-Nya, mereka memperoleh keberanian untuk menjalani hidup dan memberitakan kabar baik.
“Kebangkitan Kristus memberikan keberanian bagi setiap orang percaya untuk keluar dari ketakutan dan memberitakan Injil sebagai kekuatan Allah,” katanya.
Baca juga: Minggu Paskah di Mimika: Jalanan Lengang, Cuaca Pagi Cerah Meski 15 Distrik Berpotensi Hujan
Ia juga menekankan bahwa kebangkitan Kristus menjadi dasar pembaruan hidup, di mana setiap orang dipanggil meninggalkan perbuatan dosa dan hidup dalam pola yang baru.
Kehidupan baru tersebut, lanjutnya, harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta tutur kata yang baik sehingga menjadi kesaksian bagi sesama.
Selain itu, ia mengajak jemaat untuk berani keluar dari zona nyaman, membangun kehidupan dalam kasih, serta menjadi pembawa damai di tengah kemajemukan.
“Kebangkitan Kristus mempersatukan, meruntuhkan tembok pemisah, dan memulihkan hubungan antar sesama,” tambahnya.
Baca juga: Magis Boaz Solossa Benamkan Persiba Balikpapan di Batakan, Persipura Tempel PSS Sleman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/mjsakdasldsada.jpg)