Sabtu, 16 Mei 2026

Papua Tengah Terkini

Batik Air Resmi Mengudara di Nabire untuk Percepat Arus Ekonomi Papua Tengah

Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ewonggen Kokoya mengatakan, kehadiran maskapai dengan layanan penuh ini sebagai

Tayang:
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
TRANSPORTASI UDARA - Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ewonggen Kokoya saat memberikan keterangan terkait masuknya Batik Air di Nabire kepada Tribun-Papua.com, di ruang kerjanya, Jumat, (24/4/2026). Ewonggen berharap dengan masuknya maskapai ini, aktivitas transportasi udara dari Nabire ke luar Papua Tengah semakin mudah. 
Ringkasan Berita:
  • Penerbangan Perdana: Maskapai Batik Air resmi beroperasi di Bandara Douw Aturure Nabire sebagai tonggak sejarah transportasi Provinsi Papua Tengah.
  • Rute Strategis: Layanan ini melayani rute Nabire–Ambon (pulang-pergi) sebanyak empat kali seminggu setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.
  • Akselerasi Ekonomi: Kehadiran maskapai dengan layanan penuh ini bertujuan memangkas hambatan logistik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Dalam era di mana mobilitas adalah tulang punggung kemajuan, Provinsi Papua Tengah baru saja mencatat tonggak sejarah baru di Bumi Cenderawasih dengan menghadirkan maskapai Batik Air di Bandara Douw Aturure, Kabupaten Nabire pada Kamis, (23/4/2026) kemarin.

Langkah strategis ini bukan sekadar penambahan rute penerbangan, melainkan sebuah simbol kebangkitan infrastruktur yang dirancang untuk mengerek seluruh sektor di provinsi baru tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ewonggen Kokoya mengatakan, kehadiran maskapai dengan layanan penuh ini sebagai manifestasi dari komitmen pemerintah provinsi dalam mempercepat pembangunan.

Baca juga: Wamena United Rekrut Putri Terbaik Dari 7 SSB untuk Sambut Piala Pertiwi

"Ini adalah upaya konkret Pemprov Papua Tengah untuk memajukan semua sektor, mulai dari ekonomi hingga aspek sosial lainnya. Kami memandang konektivitas udara sebagai jalur utama transmisi pertumbuhan," kata Ewonggen kepada Tribun-Papua.com, di ruang kerja, Kantor Dinas Perhubungan Papua Tengah, Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Siriwini, Kabupaten Nabire, Jumat, (24/4/2026).

Ewonggen mengakui bahwa menghadirkan maskapai besar di wilayah pengembangan baru bukanlah perkara mudah karena pencapaian ini merupakan hasil dari proses negosiasi panjang dan optimasi regulasi.

Meski sempat melakukan pendaratan perdana pada tahun 2025, operasional rutin memerlukan sinkronisasi jadwal yang presisi demi memastikan keberlanjutan layanan.

Baca juga: Kartini Papua Sulit Ekspresikan Simbolisme Kebaya Karena Masih Terkungkung Konflik dan Investasi

"Kami memahami bahwa industri penerbangan sangat bergantung pada jadwal pelayanan yang disusun secara sistematis oleh maskapai, itulah sebabnya, setelah persiapan matang, layanan ini baru bisa dimulai secara penuh kemarin," jelasnya.

​Selain itu Ewonggen bilang, selama pelayanan di Nabire, Batik Air akan melayani rute strategis yaitu Nabire - Ambon (pulang pergi).

Dalam menjaga keseimbangan antara permintaan pasar dan ketersediaan layanan, maskapai tersebut akan beroperasi sebanyak empat kali dalam seminggu, yakni pada hari, Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.

"Pilihan rute ini diharapkan mampu memangkas hambatan logistik dan mempercepat arus orang serta barang antarwilayah di Indonesia Timur," ujarnya.

Baca juga: YPMAK Kirim Teknologi Canggih Ke Pedalaman Terpencil Demi Pantau Kesehatan Bumil

​Menurut dia, di dunia yang semakin terkoneksi, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, untuk itu pihak maskapai juga telah berkomitmen agar menjaga standar keamanan tertinggi dalam setiap penerbangan di wilayah Papua Tengah yang memiliki tantangan geografis unik.

Ewonggen pun Kokoya mengajak masyarakat mengoptimalkan infrastruktur ini, sebab keberhasilan transformasi ekonomi Papua Tengah sangat bergantung pada seberapa aktif ekosistem lokal memanfaatkan fasilitas penerbangan yang ada demi menciptakan peluang-peluang baru.

"Dengan masuknya Batik Air, Nabire kini siap menjadi pusat mobilitas nasional," tandansya.

Baca juga: Kasus Penganiayaan Siswa Taruna Kasuari Nusantara: Orang Tua Tempuh Jalur Hukum, Kepsek Buka Suara

Selain Batik Air, pemerintah Papua Tengah sedang berkomunikasi juga dengan dua maskapai lainnya, yaitu Garuda dan Pelita Air. "Yah untuk dua pesawat ini masih berproses, kalau sudah fix, kapan akan beroperasi, kami akan sampaikan," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved