Sabtu, 9 Mei 2026

Operasi militer di Intan Jaya

Ribuan Warga Papua Pegunungan Mengungsi, Prabowo Diminta Hentikan Operasi Militer di Lanny Jaya

Tokoh intelektual Papua Pegunungan, Nioluen Kotoki, yang meninjau lokasi pengungsian, menyatakan keprihatinan mendalam.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Noel Wenda
PENGUNGSIAN WARGA - Ribuan warga mengungsi akibat operasi militer yang dilakukan oleh aparat TNI di wilayah Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, sejak Minggu (05/10/2025) . 

Laporan Wartawan Tribun-papua.com,Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM.TIOM - Ribuan warga Distrik Melagi di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, terpaksa mengungsi setelah aparat TNI melakukan operasi militer di wilayah tersebut sejak Minggu (05/10/2025).

Operasi penyisiran berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIT dengan melibatkan dua helikopter dan pasukan darat yang bergerak di sejumlah pemukiman warga. 

Akibat operasi itu, masyarakat meninggalkan rumah dan mengamankan diri ke lokasi pengungsian sementara.

Baca juga: Operasi Militer di Lanny Jaya, Ribuan Warga Mengungsi: DPR Papua Pegunungan Desak Hentikan Kekerasan

Tokoh intelektual Papua Pegunungan, Nioluen Kotoki, yang meninjau lokasi pengungsian, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.

“Saya minta Presiden segera melakukan evaluasi. Pendekatan militer bukan solusi di zaman sekarang ini,” ujar Nioluen di Lanny Jaya,  Selasa (7/10/2025).

Ia menegaskan kebijakan pemekaran daerah (DOB) dan Otonomi Khusus (Otsus) seharusnya difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan memperluas operasi keamanan.

MENGUNGSI - Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat operasi militer yang dilakukan oleh aparat TNI di wilayah Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan sejak Minggu (05/10/2025) hingga saat ini.
MENGUNGSI - Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat operasi militer yang dilakukan oleh aparat TNI di wilayah Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan sejak Minggu (05/10/2025) hingga saat ini. (Tribun-Papua.com/Noel Wenda)

“Presiden Prabowo harus beri kewenangan kepada gubernur dan bupati untuk melakukan pendekatan damai. Kalau operasi terus dilakukan, masyarakat tidak bisa kembali ke kampung dan anak-anak tidak bisa sekolah,” katanya.

Baca juga: Demonstrasi Tolak Militer di Wamena Berlangsung Aman, DPRD dan TNI-Polri Sampaikan Apresiasi

Nioluen juga meminta pemerintah menarik seluruh pasukan non-organik dari wilayah Papua serta mendorong DPR Papua Pegunungan dan pemerintah provinsi segera mencari solusi damai bersama pemerintah pusat.

"Rakyat Papua ingin menikmati pembangunan dan hidup damai. Presiden harus buka mata soal ini,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved