Sabtu, 9 Mei 2026

Paua Pegunungan

Seruan Kemanusiaan di Lanny Jaya, Theo Hesegem Minta Semua Pihak Hentikan Pertumpahan Darah

Theo meminta semua pihak, baik aparat keamanan maupun kelompok bersenjata, untuk menghormati hukum kemanusiaan.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
PENGARAHAN - Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), Theo Hesegem saat menyampaikan arahan di tengah pengungsi dan juga pemerintah daerah bersama aparat TNI dan Polri di distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Selasa (11/10/2025). 

Laporan Wartawan Tribun-papua.com,Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, TIOM -  Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), Theo Hesegem, menegaskan pentingnya perlindungan bagi warga sipil yang menjadi korban konflik bersenjata di Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya.

Ini pasca operasi militer yang dilakukan untuk mengejar anggota TPNPB.

Dalam kunjungannya ke lokasi pengungsian, Theo Hesegem menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi masyarakat yang terpaksa meninggalkan rumah dan kebunnya karena situasi tidak aman.

Ia meminta semua pihak, baik aparat keamanan maupun kelompok bersenjata, untuk menghormati hukum kemanusiaan.

Baca juga: Operasi Militer di Lanny Jaya, Ribuan Warga Mengungsi: DPR Papua Pegunungan Desak Hentikan Kekerasan

“Negara ini tidak boleh membiarkan rakyat menjadi korban. Rakyat harus dilindungi. Tidak boleh ada pertumpahan darah di tanah ini,” tegas Theo di hadapan warga pengungsi dan pemerintah daerah bersama aparat TNI-Polri di Melagi, Selasa (11/10/2025).

MENGUNGSI - Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat operasi militer yang dilakukan oleh aparat TNI di wilayah Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan sejak Minggu (05/10/2025) hingga saat ini.
MENGUNGSI - Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat operasi militer yang dilakukan oleh aparat TNI di wilayah Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan sejak Minggu (05/10/2025) hingga saat ini. (Tribun-Papua.com/Noel Wenda)

Theo menegaskan, pihaknya siap menjadi penjamin keamanan bagi masyarakat pengungsi, agar mereka bisa kembali ke rumah, berkebun, dan beraktivitas seperti biasa tanpa rasa takut.

“Masyarakat tidak perlu takut. Saya sudah hadir di sini untuk memastikan mereka bisa hidup aman di tanah mereka sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan akan dibentuk tim khusus yang terdiri dari berbagai unsur untuk melakukan investigasi, evakuasi, serta penanganan pengungsi secara terkoordinasi.

“Kami akan pantau terus bagaimana kondisi masyarakat — apakah aman, apakah ada korban. Semua akan kami laporkan agar ada langkah nyata,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, sebagai Pembela HAM Papua Theo juga meninjau lokasi pembangunan markas militer yang berjarak sekitar 100 meter dari sebuah gereja baru.

Ia menilai keberadaan markas tersebut kurang tepat karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi jemaat dan warga sekitar.

“Gereja adalah tempat ibadah, bukan tempat yang seharusnya berdekatan dengan aktivitas militer. Itu bisa mengganggu ketenangan masyarakat,” ujar Theo dengan nada prihatin.

Selain itu, Theo memantau sejumlah rumah kosong yang ditinggalkan warga sejak 5 Oktober. Banyak di antara mereka belum berani kembali karena masih takut dengan keberadaan aparat bersenjata. 

Baca juga: Ribuan Warga Papua Pegunungan Mengungsi, Prabowo Diminta Hentikan Operasi Militer di Lanny Jaya

Ia juga menyoroti kondisi ternak dan lahan pertanian warga yang hingga kini belum diketahui keadaannya.

PENGUNGSIAN WARGA - Ribuan warga  mengungsi akibat operasi militer yang dilakukan oleh aparat TNI di wilayah Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, sejak Minggu (05/10/2025) .
PENGUNGSIAN WARGA - Ribuan warga mengungsi akibat operasi militer yang dilakukan oleh aparat TNI di wilayah Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, sejak Minggu (05/10/2025) . (Tribun-Papua.com/Noel Wenda)
Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved