Selasa, 2 Juni 2026

Kesehatan Papua

Kemenkes Tinjau RSUD Abepura di Papua, Cek Capaian Program KJSU-KIA

RSUD Abepura segera menyelenggarakan layanan penyakit prioritas termasuk jantung, stroke, gagal ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
LAYANAN KESEHATAN PAPUA - Direktorat Pelayanan Klinis Kementrian Kesehatan saat monitoring capaian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Kota Jayapura, Papua 


Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannnah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Direktorat Pelayanan Klinis Kementrian Kesehatan monitoring capaian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura dalam melaksanakan program strategis nasional, yaitu KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Urologi- Kesehatan Ibu dan Anak) untuk rumah sakit daerah bertempat di RSUD Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (9/12/2025). 

Tim Kerja Layanan KJSU-KIA Rachmat Kamaludin mengatakan, RSUD Abepura menjadi salah satu lokus yang mampu menyelenggarakan layanan penyakit prioritas termasuk jantung, stroke, gagal ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.

Dalam program tersebut Kemenkes menyediakan alat-alat seperti Cath-Lab, CT-Scan, dan alat penunjang lainnya.

"Kami kesini untuk melihat progres capaian pada RSUD Abepura. Jadi nanti kedepan masyarakat Papua bisa merasakan layanan terkait di rumah sakit ini," ujarnya.

Baca juga: Komnas HAM Kutuk Penolakan Irene Sokoy oleh 4 RS di Papua, Faskes Mewah Tak Jamin Keselamatan Nyawa

Rachmat menjelaskan, tahun lalu timnya juga melakukan monitoring, ia menilai sejumlah kemajuan dalam progres pembangunan diantaranya sejumlah ruangan sudah memakai pendingin udara, perizinan, serta dokter bedah saraf yang sudah mengikuti fellowship. 

"Dari progres RSUD Abepura kami nilai sudah berusaha [tetapi] SDM perlu lebih banyak praktek seperti dokter eurologi, dokter jantung yang sedang sekolah. Penyakit dalam perlu di persiapkan dan tenaga kesehatan perawat kemoterapi dan apoteker, perawat intervensi," katanya.

Adapun program Kemenkes itu, ditargetkan rampung pada 2029, namun Kemenkes mendorong setiap rumah sakit selesai pada 2027 supaya dapat menyelenggarakan KJSU-KIA.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Abepura Monalisa Manufandu menjelaskan monitoring dan evaluasi terkait layanan KJSU-KIA tim dari Kemenkes meninjau pelayanan kanker, kesiapan laboratorium Patologi Anotomi, ruang sitotoksik, persiapan Cath-Lab untuk layanan kateterisasi jantung, dan layanan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy atau ESWL khusus untuk pemecahan batu ginjal.

"Jadi ruangan kami sudah siap, tinggal menunggu alat yang akan di datangkan dari Kementrian," ujar Monalisa.

Monalisa mengatakan, dengan dibukanya layanan stroke, pihaknya berharap ketersediaan alat mikroskop neurosurgery yang selama ini diminta oleh rumah sakit tetapi sampai ke tahap finalisasi belum berhasil didapat.

"Monitoring ini juga diharapkan agar dukungan alat itu bisa terealisasi," katanya.

Baca juga: Terungkap Penyebab Ibu Hamil Irene Sokoy Meninggal, RS Bhayangkara Jayapura Disorot Serius Kemenkes

Mona menyebut sejumlah kendala yang ditemui RSUD Abepura yakni dari rekomendasi penilaian dimana ruang sitotostik dilakukan perbaikan.

Namun, pihaknya optimis terkait sumber saya manusia. Monalisa memastikan bahwa tenaga dokter telah terpenuhi.

"Kami rasa sudah memenuhi, dokter jantung kami sedang mengikuti fellow jantung intervensi dimana itu satu syarat untuk melakukan kateterisasi jantung. Stroke kami punya bedah saraf di Papua ada 4 dokter dan salah satunya di kami, itu menjadi layanan unggulan. Urologi dengan adanya ESWL bisa dilakukan pengobatan batu ginjal," ujarnya.

Monalisa menambahkan, dengan adanya dokter urologi maka pasien yang berobat baru ginjal boleh memeriksakan diri ke RSUD Abepura.

"Dokter urologi praktek di hari Selasa dan Kamis. ESWL cara dimana orang tidak lagi lakukan operasi tetapi dengan dilakukan pemecehan batu." (*)

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved