Dishub Papua Tengah
Dishub Papua Tengah Kecam Maskapai Sebab Tiket Subsidi Rp350 Ribu Dijual 3 Juta
Disparitas harga yang terjadi sudah tidak masuk akal, terutama pada tiket pesawat perintis yang telah mendapatkan disubsidi
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Marius Frisson Yewun
Ringkasan Berita:
- Harga Melambung: Tiket subsidi Rp350 ribu melonjak hingga Rp3 juta akibat permainan calo.
- Warga Tercekik: Praktik spekulan sangat memberatkan mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman Papua Tengah.
- Ultimatum Dishub: Pemerintah segera memanggil seluruh agen tiket untuk evaluasi mekanisme penjualan.
- Sanksi Tegas: Dishub mengancam akan menindak oknum yang mencari keuntungan dari dana subsidi.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah akhirnya merespons maraknya praktik percaloan tiket pesawat perintis yang kian meresahkan masyarakat.
Disparitas harga yang terjadi sudah tidak masuk akal, terutama pada tiket pesawat perintis yang telah mendapatkan disubsidi pemerintah pusat.
Tiket yang seharusnya dibanderol ratusan ribu rupiah, kini melambung hingga jutaan rupiah di tangan para spekulan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ewanggen Kokoya menegaskan, subsidi penerbangan perintis untuk menekan biaya logistik dan mobilitas warga sudah dilakukan, namun fakta di lapangan menunjukkan anomali yang merugikan masyarakat kecil.
Contohnya rute-rute krusial seperti Nabire - Puncak Jaya, Nabire - Intan Jaya dan Nabire - Puncak, serta sebaliknya seharusnya memiliki harga tiket rendah, namun itu malah dimanfaatkan oleh oknum tertentu hingga menjadi ladang basah bagi para calo.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Besok, Rabu 21 Januari 2026: Sarmi Hujan Ringan di Pagi Hari
Harga tiket resmi melalui agen yang telah disubsidi pemerintah pusat seharusnya berada di kisaran Rp350.000 per penumpang.
"Tapi tiket itu lenyap di loket resmi, dan dijual oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan harga fantastis dari 1 - 3 juta rupiah per tiket, dan ini kami sulit ketahui siapa yang bermain," kata Ewanggen kepada awak media di ruang kerjanya, Kantor Dinas Perhubungan Papua Tengah, Jalan R.E. Martadinata, Siriwini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Selasa, (20/1/2026).
Harga tiket yang menggila ini, membuat banyak keluhan dari masyarakat yang sampai ke dinas itu.
Ewanggen menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam dan segera memanggil seluruh agen tiket untuk evaluasi menyeluruh terkait mekanisme penjualan tiket.
Dia memberikan ultimatum keras kepada para penyedia jasa, dan agen perjalanan untuk menghentikan permainan harga yang luput dari mata aparat penegak hukum tersebut.
Baca juga: Dikdaya Biak Numfor Pantau Pengisian eKinerja Guru Hingga Wilayah Kepulauan
"Saya harap praktik-praktik ini dihentikan. Tapi kalau memang masih seperti begini, maka kami akan tindak tegas," tegas Ewanggen.
Para penyedia jasa transportasi udara khususnya pesawat perintis, diharapkan kembali pada regulasi yang berlaku sebab subsidi ini untuk membantu mobilitas warga di daerah tersulit.
"Bukan untuk memperkaya segelintir oknum, untuk itu kalau memang mau bantu masyarakat, tolong bantulah sesuai apa yang ditetapkan pemerintah," pungkasnya.
Tribun-Papua.com
Nabire
Kabupaten Nabire
Kapolres Nabire
pesawat perintis
penerbangan subsidi
Subsidi Penerbangan
Maskapai Penerbangan
calo tiket pesawat
| Sidak Bulog Papua, Anggota DPR RI Yan Mandenas Tekankan Pentingnya Percepatan Distribusi Pangan |
|
|---|
| Yan Mandenas: Demonstrasi Bukan Ancaman, melainkan Nutrisi Demokrasi |
|
|---|
| May Day di Tanah Papua: Menagih Janji Otsus bagi Pekerja Asli Papua yang Masih Marginal |
|
|---|
| Otsus Papua Dinilai Besar Kewenangan, Lemah Eksekusi: Muncul Usulan Kementerian Khusus |
|
|---|
| Pesan Menyentuh Puteri Indonesia Asal Papua Untuk Lindungi Anak Dari Hujatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kaksadljasldkjaskljgklasda.jpg)