Info Jayapura
Transformasi Menuju Kampus Unggul, Uncen Gelar Raker 2026 di Sentani
Meskipun ada waktu tunggu setelah selesai berkuliah, ia mengklaim rata-rata waktu tunggu lulusan hanya enam bulan saja.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Ringkasan Berita:
- Uncen yang inklusif, yakni universitas membuka diri dengan melayani hampir di seluruh daerah Papua melalui kelas di unit-unit khusus untuk meningkatkan lulusan baru maupun aparatur negara.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Universitas Cendrawasih (Uncen) resmi membuka Rapat Kerja (Raker) tahun 2026 berlangsung di Hotel Sunni Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (11/2/2026).
Mengusung tema 'Transformasi Uncen Menuju Perguruan Tinggi Unggul, Inklusif, dan Berdampak', agenda tahunan ini difokuskan pada penguatan mutu pendidikan sesuai standar baru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiksaintek).
Rektor Universitas Cendrawasih Doktor Oscar Wambrauw menegaskan bahwa raker ini merupakan momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus menyelaraskan program kerja universitas dengan regulasi serta inovasi terbaru dari kementrian.
"Uncen mengevaluasi kembali, apa yang perlu kita persiapkan, benahi, berdasarkan aturan ketentuan dan inovasi baru yang sudah di tetapkan oleh kementrian untuk bisa menghasilkan universitas berdampak kepada masyarakat dan pemerintah daerah," ujarnya.
Baca juga: Polisi Tembak Warga di Kota Jayapura, Brigpol LR Terancam Sanksi Pidana dan Etik
Merajuk pada tema raker, Rektor Oscar berharap melalui fakultas dan bidang studi terus meningkatkan pelayanan, kompetensi sehingga bisa mencapai standar dari Indikator Kinerja Utama (IKU).
Uncen yang inklusif, yakni universitas membuka diri dengan melayani hampir di seluruh daerah Papua melalui kelas di unit-unit khusus untuk meningkatkan lulusan baru maupun aparatur negara.
Uncen berdampak, diyakini bahwa kehadiran perguruan tinggi ini memberikan pengaruh bagi daerah terutama peningkatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Hasil itu harus bisa diwujudkan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat di masing-masing daerah.
"Kita juga melaksanakan pengembangan KKN [Kuliah Kerja Nyata], kita bawa mahasiswa lebih dekat dengan masyarakat. Tidak lagi mereka menghabiskan waktu di kelas, tetapi bagaimana mereka beradaptasi dengan dunia kerja, industri, dengan capaian lulus tepat waktu, berprestasi," katanya.
Ia menekankan, setiap unit kerja dapat bersinergi menyusun program kerja yang mempunyai dampak Idikator Kinerja Utama (IKU) karena proses peningkatan mutu lulusan ditargetkan kepada mahasiswa berprestasi baik akademik dan non akademik, pertukaran pelajar, hingga praktisi mengajar.
Sebagai bentuk apresiasi, Uncen juga akan memberikan apresiasi bagi dosen guna memacu produktivitas dalam bingkai kontrak kerja antara dekan dan rektor.
Baca juga: Tidak Perlu ke Jawa Lagi, Anak Papua Kini Bisa Jadi Dokter Spesialis di FK Uncen
"Itu hal yang saya inginkan, sehingga raker yang digelar selama tiga hari ini bisa tercapai. Kami juga mengundang pembicara dari luar dan lokal. Kami coba berbenah sehingga bisa mencapai prestasi yang berdampak bagi Perguruan tinggi di Papua. Ini (raker) hasilnya dipertanggung jawabkan dalam kerja-kerja nyata di lapangan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Doktor Verdinand Risamasu menjelaskan bahwa raker ini akan membahas program yang telah dilaksanakan, program mandek, atau tidak berkorelasi dengan indeks kinerja utama baik dari aspek penyelenggaraan maupun aspek kebijakan keuangannya sehingga menjadi acuan pelaksanaan program baru di 2026.
"Kita evaluasi itu semua disesuaikan dengan kondisi fiskal," ujarnya.
Pihak Uncen juga mengevaluasi akademik baik dalam proses perkuliahan serta target jumlah wisudawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/mbutan-Rektor-Universitas-Cendrawasih-Un.jpg)