Minggu, 17 Mei 2026

Kontak Tembak di Nabire

Nabire Mencekam: Kontak Tembak di Kali Harapan, Pratu Mulyado Chandra Diterjang Peluru OPM

Dalam kontak senjata itu, seorang prajurit TNI dari Satgas Rajawali, Pratu Mulyado Chandra, mengalami luka tembak di bagian kaki kiri.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Papua Barat/Istimewa
KONTAK TEMBAK - Prajurit TNI dari Satgas Rajawali, Pratu Mulyado Chandra dievakuasi menggunakan heli bell usai mengalami luka tembak oleh kelompok bersenjata pro-kemerdekaan Papua di Nabire, Papua Tengah. Kontak tembak pecah di Distrik Nabire, Minggu (1/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Seorang prajurit TNI dari Satgas Rajawali, Pratu Mulyado Chandra, mengalami luka tembak di bagian kaki kiri.
  • Korban dievakuasi menggunakan helikopter Bell menuju Kabupaten Mimika untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
  • Petugas menyita sedikitnya 362 butir amunisi kaliber 5,56x45 mm, 83 butir kaliber 7,62x39 mm, serta puluhan amunisi berbagai ukuran lainnya, termasuk jenis peluru karet dan hampa.

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE — Stabilitas keamanan di ibu kota Provinsi Papua Tengah kembali diuji.

Kontak tembak antara aparat keamanan gabungan TNI-Polri dan kelompok pro-kemerdekaan Papua (OPM) pecah di Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Minggu (1/3/2026).

Insiden ini menyebabkan satu prajurit TNI terluka tembak, sementara petugas berhasil menyita ratusan butir amunisi dan uang tunai puluhan juta rupiah.

Peristiwa tersebut terjadi dalam sebuah operasi penindakan terpadu yang melibatkan Satgas Rajawali 4 dan Satgas Operasi Damai Cartenz.

Sasaran operasi adalah kelompok bersenjata di bawah pimpinan Daniel Aibon Kogoya yang terdeteksi berada di area Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kali Harapan.

Baca juga: Juru Bicara OPM: Elkius Kobak Cs Bertanggung Jawab atas Penembakan Pesawat di Boven Digoel

Informasi dihimpun awak Tribun-Papua.com, baku tembak bermula saat personel gabungan melakukan penyisiran di wilayah tersebut.

Dalam kontak senjata tersebut, seorang prajurit TNI dari Satgas Rajawali, Pratu Mulyado Chandra, mengalami luka tembak di bagian kaki kiri.

Korban segera dievakuasi menggunakan helikopter Bell menuju Kabupaten Mimika untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Pascaevakuasi, tim gabungan dilaporkan tetap melanjutkan pengejaran terhadap kelompok pimpinan Daniel Aibon Kogoya yang melarikan diri ke arah hutan.

Penyitaan Logistik

Meski diwarnai jatuhnya korban luka di pihak aparat, operasi ini berhasil mengamankan sejumlah besar logistik militer yang ditinggalkan kelompok tersebut.

Petugas menyita sedikitnya 362 butir amunisi kaliber 5,56x45 mm, 83 butir kaliber 7,62x39 mm, serta puluhan amunisi berbagai ukuran lainnya, termasuk jenis peluru karet dan hampa.

Selain amunisi, aparat juga mengamankan empat magazen AK-101, enam magazen SS1, sejumlah atribut organisasi, serta uang tunai senilai Rp 79,7 juta.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved