Sabtu, 9 Mei 2026

Info Kejadian Jayapura

Dibiarkan Kritis, Martina Biri Meninggal Dunia di Atas Kursi Roda di Depan IGD RSUD Yowari

Kekasih almarhumah, mengatakan, ketika tiba di rumah sakit ia menyampaikan kepada petugas bahwa kondisi Martina Biri dalam keadaan kritis.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
PASIEN MENINGGAL - Metanus Soll, kekasih almarhumah (tengah), Soleng Soll, Kakak Almarhumah (kanan) di rumah duka di Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura 

Ringkasan Berita:
  • Saat pasien menunggu di area penjagaan rumah sakit, ia pergi sebentar untuk mengambil hasil pemeriksaan darah. Ketika kembali ke lokasi tempat pasien menunggu, pasien sudah tidak berada dalam posisi semula.
  • Kondisi pasien tangan kebelakang, dan mata tertutup, dan masih duduk di atas kursi roda.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Dugaan kelalaian pelayanan kesehatan kembali terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari.

Seorang pasien bernama Martina Biri (23) dilaporkan meninggal dunia saat sedang menunggu penanganan medis di atas kursi roda, tepat di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), diduga akibat keterlambatan pelayanan dari pihak rumah sakit.

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (8/3/2026). Pasien tiba di rumah sakit pukul 5.00 WIT sore, tetapi selama satu jam lebih tidak mendapatkan penanganan hingga meninggal dunia. 

Metanus Soll, kekasih almarhumah, mengatakan, ketika tiba di rumah sakit ia menyampaikan kepada petugas bahwa kondisi Martina Biri dalam keadaan kritis.

Baca juga: Dirut RSUD Yowari Janji Telusuri CCTV untuk Ungkap Kematian Mahasiswa Yahukimo

Namun petugas memintanya terlebih dahulu untuk mengurus administrasi rumah sakit. Karena kondisi pasien semakin memburuk, Metanus kemudian membawa pasien menuju ruang pemeriksaan darah. Di tempat pemeriksaan tersebut pasien menunggu sekitar 10–15 menit untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah proses pemeriksaan darah selesai, pasien kembali dibawa menuju area piket awal karena kondisi pasien semakin memburuk dan diduga sudah memasuki fase kritis menuju kehilangan nafas.

Saat pasien menunggu di area penjagaan rumah sakit, ia pergi sebentar untuk mengambil hasil pemeriksaan darah. Ketika kembali ke lokasi tempat pasien menunggu, pasien sudah tidak berada dalam posisi semula.

Kondisi pasien tangan kebelakang, dan mata tertutup, dan masih duduk di atas kursi roda.

Metanus menjelaskan, seorang pengunjung lain yang berada di lokasi kemudian mencoba memeriksa kondisi korban. Setelah diperiksa diketahui bahwa tubuh korban sudah dingin, korban tidak lagi bernapas, serta tidak ditemukan denyut nadi. 

"Ada bapa gembala yang pegang tangan kanan, lalu pegang hidung tetapi tidak ada nafasnya," ujarnya, di rumah duka di Doyo Baru, Distrik Waibu, Senin (9/3/2026).
 
Metanus menjelaskan, saat itu juga, petugas langsung bergerak cepat menaikkan korban di atas tempat tidur untuk memasang selang oksigen. "Jadi saya peluk dia, kasih naik di atas kursi, mereka pasang oksigen," ujarnya.

Setelah itu, petugas menanyakan keluarga pasien. Metanus masih berpikir bahwa dalam kondisi itu pasien masih hidup padahal, sudah meninggal dunia.

"Saya tanya kenapa tidak ditangani sampai jam 7.25 WIT. Mereka masih bertanya dimana keluarga, saya bilang kalau ada apa-apa bisa kasih tahu saya. Lalu mereka bilang sudah meninggal," katanya.

Sementara itu, Soleng Soll, saudara almarhumah, mengatakan, ketika keluarga tiba di RSUD Yowari jebazah sudah di bawa ke kamar mayat.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved