Kamis, 23 April 2026

Info Papua Pegunungan

Respons Aspirasi Pembentukan Kabupaten Benawa, DPRD Yalimo Tekankan Mekanisme Resmi

Seluruh proses pembentukan daerah otonomi baru harus menempuh tahapan dan mekanisme resmi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Tribun-Papua.com/Yulianus Magai
PEMEKARAN DAERAH - Ketua DPRD Kabupaten Yalimo, Elia Yare, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Deklarasi Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Benawa di Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Kamis (12/3/2026). Ia menyatakan DPRD menerima aspirasi masyarakat dan mengajak semua pihak bekerja bersama membangun daerah.  

Ringkasan Berita:
  • Dalam setiap wacana pemekaran, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. 
  • Namun, DPRD mengingatkan agar dinamika tersebut disikapi secara bijaksana. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial agar perbedaan pendapat tidak memicu gesekan antar kelompok, marga, maupun wilayah.

 

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, BENAWA — Masyarakat di Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, secara resmi mendeklarasikan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Benawa, Kamis (12/3/2026).

Deklarasi ini menjadi representasi aspirasi warga untuk mempercepat akselerasi pembangunan serta mendekatkan akses pelayanan publik di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di ibu kota Distrik Benawa ini dihadiri oleh beragam elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, hingga tokoh pemuda dan perwakilan warga dari berbagai kampung di sekitar Distrik Benawa.

Ketua DPRD Kabupaten Yalimo Elia Yare yang hadir dalam kesempatan tersebut menyatakan, pihaknya telah menerima aspirasi masyarakat terkait rencana pemekaran ini.

Baca juga: Deklarasi DOB Benawa Digelar di Yalimo, DPR Papua Pegunungan Siap Perjuangkan ke Pusat

Ia menegaskan bahwa setiap masukan dari warga merupakan komponen krusial dalam proses pembangunan daerah.

"Kami menerima aspirasi masyarakat. Semua pandangan tentu akan menjadi bagian dari proses yang harus dilalui sesuai mekanisme yang berlaku di negara ini," ujar Elia.

Dalam setiap wacana pemekaran, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. 

Namun, Elia mengingatkan agar dinamika tersebut disikapi secara bijaksana. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial agar perbedaan pendapat tidak memicu gesekan antar kelompok, marga, maupun wilayah.

PEMEKARAN DAERAH- Masyarakat Distrik Benawa menyambut kedatangan tim pemekaran CDOB Kabupaten Benawa dengan tarian adat menjelang deklarasi yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026 di ibu kota Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan. 
PEMEKARAN DAERAH- Masyarakat Distrik Benawa menyambut kedatangan tim pemekaran CDOB Kabupaten Benawa dengan tarian adat menjelang deklarasi yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026 di ibu kota Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan.  (Tribun-Papua.com/Yulianus Magai)

"Kita semua adalah satu kesatuan. Jangan sampai perbedaan pendapat justru menimbulkan konflik. Kita harus melihat apa yang terbaik untuk kepentingan masyarakat secara luas," tegasnya.

Elia pun memastikan bahwa seluruh proses pembentukan daerah otonomi baru harus menempuh tahapan dan mekanisme resmi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Bupati Yalimo Kawal Pembentukan Kabupaten Benawa, Nahor Nekwek: Murni Aspirasi Rakyat!

Pihaknya mengajak seluruh pihak untuk menghormati koridor hukum tersebut agar setiap aspirasi dapat ditindaklanjuti secara prosedural.

Kesiapan SDM

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved