Senin, 11 Mei 2026

Kabar Tanah Papua

Arianto Kogoya Ingatkan Pentingnya Pemahaman Doktrin bagi Pemuda GIDI

Tanpa pembinaan yang terstruktur, pemuda rentan terkooptasi oleh pengaruh negatif yang tersebar luas di jagat maya.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun-Papua.com/Yulianus Magai
SEMINAR - Anggota DPD RI Dapil Papua Pegunungan, Arianto Kogoya, menyampaikan sambutan dalam Seminar Sehari Departemen Pemuda GIDI di Gereja GIDI Eden, Entrop, Kota Jayapura, Rabu (25/3/2026). Foto Yulianus Magai 

Ringkasan Berita:
  • Arianto menekankan, penetrasi media digital membawa tantangan ganda. 
  • Di satu sisi menawarkan kemudahan informasi, namun di sisi lain berpotensi mendegradasi moralitas jika tidak dibekali filtrasi nilai yang kuat.
  • Menurutnya, tanpa pembinaan yang terstruktur, pemuda rentan terkooptasi oleh pengaruh negatif yang tersebar luas di jagat maya.

 

Laporan Wartawan Tribun Papua, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Di tengah akselerasi teknologi informasi yang kian masif, penguatan fondasi nilai dan doktrin spiritual dinilai menjadi instrumen krusial bagi generasi muda di Tanah Papua.

Hal ini menjadi sorotan utama dalam seminar sehari bertajuk “Mengenal Doktrin GIDI Secara Benar” yang diselenggarakan di Gereja GIDI Eden, Entrop, Kota Jayapura, Rabu (25/3/2026).

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2024–2029 asal daerah pemilihan Papua Pegunungan, Arianto Kogoya, yang hadir sekaligus menjadi sponsor kegiatan tersebut, menegaskan pertumbuhan kuantitas pemuda Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) harus selaras dengan peningkatan kualitas karakter.

“Pertumbuhan jumlah pemuda, mulai dari jenjang sekolah minggu hingga dewasa, merupakan sebuah potensi besar. "

Baca juga: Kesehatan Mental Orang Papua Menjadi Masalah Serius, Arianto Kogoya: Seribu Warga Berobat di RSJ

"Namun, kita tidak boleh terpaku pada angka semata. Aspek kualitas, terutama pemahaman doktrin yang benar, menjadi niscaya agar mereka memiliki pijakan yang kokoh,” ujar Arianto.

Arianto menekankan, penetrasi media digital membawa tantangan ganda. 

Di satu sisi menawarkan kemudahan informasi, namun di sisi lain berpotensi mendegradasi moralitas jika tidak dibekali filtrasi nilai yang kuat.

Menurutnya, tanpa pembinaan yang terstruktur, pemuda rentan terkooptasi oleh pengaruh negatif yang tersebar luas di jagat maya.

“Perkembangan teknologi sangat luar biasa dan ini menjadi tantangan kolektif. Pemuda harus dibekali pemahaman yang lurus agar tidak mudah terombang-ambing oleh arus informasi yang menyesatkan,” tambahnya.

SENATOR ARIANTO KOGOYA: Wawancara Senator Arianto Kogoya usai pertemuan bersama bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Nduga, di Pantai Pic 2 Jakarta Utara, Rabu sore, (5/2/2025). Arianto mengharapkan delapan bupati-wakil bupati terpilih segera dilantik sehingga pembangunan segera berjalan.
SENATOR ARIANTO KOGOYA: Wawancara Senator Arianto Kogoya usai pertemuan bersama bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Nduga, di Pantai Pic 2 Jakarta Utara, Rabu sore, (5/2/2025).  (Tribun-Papua.com/dokumen: DPD RI)

Ia juga mendorong agar pola pembinaan serupa dilakukan secara berkesinambungan di tingkat klasis hingga wilayah demi menjamin keberlanjutan regenerasi yang tangguh.

Baca juga: Pesan Senator Papua Pegunungan, Arianto Kogoya di Seminar HMPJ: Pendidikan Fondasi Kemajuan Papua

Tanggung Jawab Gereja

Senada dengan hal tersebut, Ketua Departemen Pemuda GIDI, Ev. Telos Wunungga menyatakan gereja memegang peran sentral dalam mengarahkan orientasi hidup generasi muda.

Ia mengkhawatirkan potensi pemuda yang terbuang sia-sia jika kehilangan kompas moral di era disrupsi ini.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved