Sabtu, 9 Mei 2026

Info Jayawijaya

Sarjana Pertanian STIPER Baliem Wamena Didorong Jadi Solusi Ekonomi Lokal

Sebanyak 53 wisudawan resmi dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Wamena, Rabu (15/4/2026).

Tayang:
Tribun-Papua.com/Amatus Hubby
WISUDA - Wakil Ketua I Bidang Akademik STIPER Petra Baliem, Dr. Anti Uni Mahanani, S.P., M.P saat diwawancarai usai melakukan prosesi wisuda disalah satu Hotel di Wamena pada Rabu (15/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  •  Selain fokus pada pendidikan, STIPER Petra Baliem terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah setempat.
  • Salah satu langkah strategis yang dilakukan tahun ini adalah kolaborasi antara dosen dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
  • Kerja sama tersebut difokuskan pada penelitian dan pengembangan budidaya Krami, tanaman yang menjadi bahan baku utama pembuatan Noken.

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Petra Baliem Wamena kembali memperkuat ketersediaan sumber daya manusia (SDM) unggul di Provinsi Papua Pegunungan

Sebanyak 53 wisudawan resmi dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Wamena, Rabu (15/4/2026).

Wakil Ketua I Bidang Akademik STIPER Petra Baliem, Dr. Anti Uni Mahanani,  merinci bahwa para lulusan tersebut terdiri dari 36 orang Program Studi (Prodi) Agribisnis dan 17 orang dari Prodi Agriteknologi.

Baca juga: Harga Avtur Naik Jadi Rp25.000, Harga Sembako dan BBM di Wamena Naik Tidak Wajar

Dalam sambutannya, Anti menekankan pentingnya bagi para lulusan untuk tidak sekadar memegang ijazah, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu yang telah ditempuh selama kurang lebih empat tahun ke dalam dunia kerja nyata.

"Harapan kami, para wisudawan dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat melalui ilmu yang telah didapat, khususnya dalam memajukan sektor pertanian di wilayah ini," ujar Anti.

Sejauh ini, institusi mencatat antusiasme pendidikan tinggi di wilayah pegunungan tetap stabil. STIPER Petra Baliem secara konsisten menerima rata-rata 80 hingga 90 mahasiswa baru setiap tahunnya.

Hingga saat ini, Prodi Agribisnis masih menjadi primadona dengan komposisi peminat mencapai 60-70 persen, disusul oleh Prodi Agriteknologi.

Prosesi wisuda ini sendiri merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas perjuangan akademik mahasiswa.

Selain fokus pada pendidikan, STIPER Petra Baliem terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah setempat.

Baca juga: Jangan Provokasi Masyarakat, Calon DPRK Otsus Jayawijaya Minta Pihak Kalah Tempuh Jalur Hukum

Salah satu langkah strategis yang dilakukan tahun ini adalah kolaborasi antara dosen dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Kerja sama tersebut difokuskan pada penelitian dan pengembangan budidaya Krami, tanaman yang menjadi bahan baku utama pembuatan Noken.

Langkah ini diambil sebagai upaya institusi dalam mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah melalui sektor pertanian.

Melalui riset ini, diharapkan ketersediaan bahan baku Noken dapat tetap terjaga melalui pola budidaya yang terencana. (*)

 
 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved