Minggu, 3 Mei 2026

BBM di Papua

Harga BBM Nonsubsidi Naik se-Indonesia, Begini Penjelasan Pertamina Nabire

Kebijakan ini mulai diterapkan tepat pada Sabtu (18/4/2026), pukul 00.00 waktu setempat, sebagai respons atas fluktuasi harga minyak

Tayang:
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
INFO PAPUA TENGAH – Suasana salah satu SPBU di Kabupaten Nabire, Sabtu, (18/4/2026). Pihak pertamina memastikan telah terjadi kenaikan harga BBM jenis tertentu dan sudah berlaku di Nabire maupun seluruh Indonesia. 
Ringkasan Berita:
  • BBM Nonsubsidi Naik: Berlaku mulai 18 April 2026 di seluruh Indonesia termasuk Papua Tengah.
  • Lonjakan Harga: Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 dan Dexlite menjadi Rp23.600 per liter.
  • Subsidi Tetap: Harga Pertalite (Rp10.000) dan Biosolar (Rp6.800) tidak mengalami perubahan.
  • Stok Nabire Aman: Pertamina menjamin pasokan aman hingga 14 hari dan mengimbau warga tidak panic buying.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - PT Pertamina (Persero) secara resmi mengumumkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku efektif di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Papua Tengah.

Kebijakan ini mulai diterapkan tepat pada Sabtu (18/4/2026), pukul 00.00 waktu setempat, sebagai respons atas fluktuasi harga minyak mentah di pasar global.

Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dan Pertamina dalam menyelaraskan harga energi nasional dengan kondisi ekonomi dunia yang dinamis.

Baca juga: Laga Persipura vs PSIS Semarang Dramatis: Kegagalan Penalti dan Gol Penyelamat Kelly Sroyer

Meski terjadi kenaikan yang cukup signifikan pada beberapa jenis produk, Pertamina memastikan bahwa distribusi dan ketersediaan stok di tingkat daerah, khususnya Kabupaten Nabire, tetap terjaga dengan baik.

Berdasarkan data yang dihimpun, kenaikan paling mencolok terjadi pada varian bahan bakar nonsubsidi kelas atas, seperti, harga Pertamax Turbo kini dibanderol seharga Rp19.400 per liter, mengalami lonjakan sebesar Rp6.300 dari harga sebelumnya.

Sementara, Dexlite mencatatkan kenaikan tertinggi hingga Rp9.400, membuat harga satuannya menyentuh angka Rp23.600 per liter.

Baca juga: Taklukkan PSIS Semarang 3-1, Persipura Jayapura Rebut Puncak Klasemen Championship

Di sisi lain, Pertamina masih mempertahankan harga untuk beberapa produk lainnya guna menjaga daya beli masyarakat, seperti Pertamax Green tetap stabil di angka Rp12.900 per liter, disusul Pertamax seharga Rp12.300 per liter.

Kemudian untuk bahan bakar penugasan dan subsidi, harganya tidak mengalami perubahan seperti Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi dipatok Rp6.800 per liter.

​Sales Branch Manager Papua Tengah 1 PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Rinaldi Suryanto, membenarkan kenaikan yang terjadi.

Dia mengatakan, dengan kenaikan yang ada maka seluruh SPBU di Nabire telah melakukan penyesuaian sistem harga.

Baca juga: Babak Pertama: Gol Kelly Sroyer di Masa Ingar-bingar Bawa Persipura Ungguli PSIS Semarang

​"Seluruh harga terbaru sudah tertera dan dapat dilihat langsung oleh konsumen di setiap SPBU yang ada di Nabire, dan juga bisa melalui kanal media sosial resmi kami," ujar Rinaldi saat dikonfirmasi oleh kepada awak media di Nabire, Sabtu (18/4/2026).

Merespons kekhawatiran masyarakat akan dampak kenaikan harga terhadap ketersediaan barang, Rinaldi menegaskan bahwa ketahanan energi di Papua Tengah dalam kondisi yang sangat prima.

Dia menjelaskan, pasokan BBM, mulai dari Pertalite, Solar dan lain sebagainya dalam posisi aman karena terus disuplai secara rutin dari terminal-terminal utama.

Stok yang tersedia saat ini juga, diproyeksikan mampu bertahan untuk kebutuhan 7 hingga 14 hari ke depan.

"Angka ini tidak pasti dan bisa berubah-ubah karena, kami terus melakukan pengisian ulang secara berkelanjutan untuk mencegah kekosongan di Terminal BBM Nabire," jekasnya.

Baca juga: Ibu Hamil Anite Telenggen Jadi Korban Penembakan Operasi Militer di Puncak Papua Tengah

Dengan stok yang aman, Rinaldi mengimbau warga Nabire dan seluruh masyarakat Papua Tengah untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying).

Dia juga menjamin bahwa layanan di seluruh SPBU akan tetap berjalan normal dan pasokan akan selalu tersedia untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat sehari-hari. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved