Aksi Konflik Bersenjata di Papua
Polisi Pukul Mundur Mahasiswa Unjuk Rasa di Jayapura Dengan Tembakan Gas Air Mata
Aparat menembakkan gas air mata, lalu kami terpukul mundur. Dalam kondisi kacau, ada massa yang membalas dengan lemparan batu
Penulis: Yulianus Magai | Editor: M Choiruman
Ringkasan Berita:
- Ratusan mahasiswa meggelar aksi unjuk rasa di Waena, Kota Jayapura terkait konflik bersenjata di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah beberapa waktu lalu.
- Mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Jayapura yang berkumpul sejak pagi, terpaksa membubarkan diri dan berlarian setelah polisi menembakkan gas air mata.
- Aktivitas masyarakat di sekitar Waeana lumpuh. Toko-toko, pasar dan angkutan kota menghentikan aktivitas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Laporan Wartawan Tribun Papua, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Aksi demonstrasi mahasiswa di Kota Jayapura, Provinsi Papua, diwarnai tembakan gas air mata oleh aparat keamanan, Senin (27/4/2026).
Insiden tersebut menyebabkan massa aksi terpukul mundur dan memicu kericuhan yang meluas di sejumlah titik, mulai dari kawasan Waena hingga Abepura.
Baca juga: BREAKING NEWS: Koalisi Pemuda Papua Pegunungan Gelar Aksi Damai Desak Solusi Konflik Bersenjata
Kericuhan bermula sekitar pukul 08.00 WIT di depan Denzipur 10/KYD Waena, ketika ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aksi hendak melakukan longmarch menuju Lingkaran Abepura.
Massa yang sebelumnya berkumpul dengan tertib mulai bergerak, namun diadang aparat keamanan yang berjaga di lokasi.
Berdasarkan informasi di lapangan, sempat terjadi negosiasi antara perwakilan mahasiswa dan pihak kepolisian.
Aparat meminta agar massa tidak melanjutkan longmarch dan kembali ke Expo Waena menggunakan kendaraan truk yang telah disiapkan.
Namun, permintaan tersebut ditolak oleh mahasiswa yang tetap ingin berjalan kaki dengan pengawalan aparat menuju titik aksi.
Salah satu negosiator aksi, Yohanis, menjelaskan bahwa pihaknya menginginkan aksi tetap berjalan damai dengan pengawalan dari aparat keamanan.
Baca juga: Aksi Demonstrasi Papua Darurat Militer di Waena Ricuh, Massa Kini Longmarch ke Abepura
Namun situasi berubah setelah aparat disebut menerima instruksi untuk membubarkan massa.
“Kami sudah sampaikan agar dikawal saja supaya kami bisa jalan ke lingkaran. Tapi aparat menyampaikan ada perintah untuk membubarkan massa,” ujar Yohanis.
Ketegangan pun meningkat ketika aparat mulai melakukan tindakan pembubaran. Menurut keterangan massa aksi, aparat menggunakan tongkat karet untuk memukul dan kemudian menembakkan gas air mata ke arah kerumunan mahasiswa yang masih bertahan di lokasi.
Baca juga: Ruang Demokrasi Dibatasi, Polres dan Polresta Kompak Tolak Aksi Demo di Papua
Tembakan gas air mata tersebut sontak membuat suasana menjadi panik. Massa aksi berlarian menyelamatkan diri untuk menghindari paparan gas, sementara sebagian lainnya berupaya bertahan.
Dalam situasi yang semakin tidak terkendali, aksi saling lempar antara massa dan aparat pun terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Mahasiswa-Berlarian-kena-Gas-Air-Mata.jpg)