Rabu, 20 Mei 2026

Pertamina Patra Niaga

Stok Aman, tetapi Harga LPG 12 Kilogram di Manokwari Tembus Rp 700.000

Pendistribusian juga dijadwalkan secara berkala demi menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Roy Ratumakin
ILUSTRASI - Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik Pertamina Patra Niaga Regional Papua, Maluku yang terletak di Doyo, Kabupaten Jayapura, Papua. 

Ringkasan Berita:
  • Menanggapi situasi tersebut, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Barat menyatakan dukungannya terhadap langkah penguatan rantai pasok.
  • Pengolah Data Migas Dinas ESDM Papua Barat, Frits Morin, menegaskan bahwa komitmen bersama Pertamina saat ini difokuskan untuk menjaga keandalan energi di wilayah tersebut.

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA — Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan ketersediaan stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi di wilayah Papua Barat, khususnya Manokwari dan sekitarnya, berada dalam kondisi aman.

Kendati demikian, masyarakat di lapangan masih mengeluhkan harga eceran gas tabung yang melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp 700.000 untuk ukuran 12 kilogram.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan, tingginya harga di tingkat pengecer dipengaruhi oleh penyesuaian jalur distribusi logistik.

Pertamina terpaksa mengalihkan titik suplai yang semula berbasis di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Surabaya ke SPBE Ambon, dan kini diperkuat dari Jayapura.

Baca juga: Pertamina Sigap Pasok Kebutuhan Pokok untuk Korban Kebakaran Dok 8 Jayapura

Kebijakan alih suplai ini diambil sebagai langkah antisipatif guna memperkuat ketahanan stok domestik di tengah ketidakpastian dampak geopolitik global.

“Untuk menjamin keandalan stok agar lebih baik, memang ada penyesuaian harga karena terjadi alih suplai. Pertamina terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan distribusi energi tetap berjalan optimal,” ujar Ispiani saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).

Berdasarkan data resmi Pertamina per Selasa (19/5), stok gas nonsubsidi yang tersedia di Manokwari tercatat sebanyak 1.433 tabung untuk Bright Gas ukuran 5,5 kilogram, 7.602 tabung untuk Bright Gas 12 kilogram, dan 120 tabung untuk kapasitas 50 kilogram.

Pendistribusian juga dijadwalkan secara berkala demi menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat.

Namun, kondisi aman pada level pasokan belum linear dengan stabilitas harga di tingkat retail.

Arlin, salah seorang warga Manokwari, mengungkapkan bahwa di tingkat kios atau pengecer, harga Bright Gas 12 kilogram melonjak hingga mendekati dua kali lipat dari harga resmi eceran yang ditetapkan Pertamina di outlet mitra.

“Harga LPG 12 kilogram sekarang justru sudah menyentuh Rp 700.000 per tabung di tingkat kios. Seharusnya pemerintah dan Pertamina bisa menekan harga. Percuma stok dinyatakan aman kalau harganya terus meninggi dan semakin menyusahkan masyarakat,” keluh Arlin.

Sebagai perbandingan, harga resmi pengisian ulang (refill) Bright Gas di outlet resmi Pertamina di Manokwari sebenarnya berada pada angka Rp 245.000 untuk ukuran 5,5 kilogram dan Rp 495.000 untuk ukuran 12 kilogram.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik se-Indonesia, Begini Penjelasan Pertamina Nabire

Disparitas harga yang mencolok ini diduga terjadi pada mata rantai distribusi sekunder di luar pengawasan langsung agen resmi.

Menanggapi situasi tersebut, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Barat menyatakan dukungannya terhadap langkah penguatan rantai pasok.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved