Rabu, 3 Juni 2026

Info Jayapura

Harga Bapok di Jayapura Melonjak, Pemerintah Diminta Intervensi Pasar

Sejumlah pedagang mengungkap harga pangan mengalami kenaikan dipicu akibat kelangkaan stok barang dari pemasok.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
BAPOK MELONJAK - Aktivitas pedagang di Pasar Pharaa Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Harga kebutuhan bahan pokok melonjak sebulan belakangan. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah pedagang mengungkap harga pangan mengalami kenaikan dipicu akibat kelangkaan stok barang dari pemasok.
  • Pedagang Bapok, Sumarni (42) menjelaskan, barang dagangnya hanya tersedia di lapaknya sementara di retail-retail pemasok terjadi kekosongan seperti minyak goreng. 

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Harga bahan pokok (Bapok) di Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua melonjak naik selama sebulan terakhir.

Sejumlah pedagang mengungkap harga pangan mengalami kenaikan dipicu akibat kelangkaan stok barang dari pemasok.

Pedagang Bapok, Sumarni (42) menjelaskan, barang dagangnya hanya tersedia di lapaknya sementara di retail-retail pemasok terjadi kekosongan seperti minyak goreng.

"Yang ada ini saja yang saya jual, kalau habis saya menunggu lagi," ujarnya kepada Tribun-Papua.com, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Jalan Trans Jayapura-Wamena Terputus, Harga Bapok dan Logistik di Papua Pegunungan Terancam Naik

 Ia mengaku kenaikan harga bahan pangan untuk komoditas bawang, sayur-mayur, beras, dan telur biasanya secara bertahap tetapi harga tomat langsung melejit dari Rp 25 ribu per kilogram hingga 45 ribu per kilogram.

Sementara cabai keriting dari harga Rp 50 ribu mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

"Tomat dan cabai langsung naik. Sampai sekarang harganya masih sama tidak turun," ujarnya.

Tidak hanya itu, harga daun seledri dari Rp 100 ribu per kilogram sampai Rp 120 ribu perkilogram.

Pedagang lainnya, Aminah (55) mengatakan, harga bawang putih stabil 55 ribu per kilogram. Sementara bawang merah Rp 65 per kilogram.

"Bawang merah dan bumbu dapur lainnya naik lima ribu per itemnya," katanya.

Pedagang asal Makassar itu, menduga naiknya harga barang di pasar mempengaruhi jumlah pengunjung. Padahal besok ada Hari Raya Idul Adha tetapi pembeli masih sepi. "Mau lebaran tapi sepi," kata Aminah.

Seorang pembeli Lea Weya, mengaku  kesulitan menyetok bahan makanan dalam sepekan.

"Biasanya sekali belanja bisa sampai satu minggu, tapi sekarang belanja langsung habis," ujar Lea yang tinggal di Pos VII Sentani.

Baca juga: Harga Bapok Jelang Natal di Wamena Melonjak Tinggi, DPRK Jayawijaya Desak Pemkab Kontrol Pasar

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved