Rabu, 3 Juni 2026

Papua Terkini

Punya Lebih 6,5 Juta Jemaat, Begini Sejarah HKBP dan Peran Strategis Pemuda di Era Digital

Pendeta Esron B Tampubolon, M.Th, menegaskan generasi muda Batak Kristen wajib mengambil peran strategis.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
BUDAYA BATAK - Pendeta HKBP Resort Papua, Pdt. Esron Tampubolon, M.Th (kedua dari kanan) dan Pakar Aksara Batak, Manguji Nababn (paling kanan) membuka kegiatan akbar bertajuk Youth Camp & Pesta Gondang Naposo di Aula BPMP Kotaraja, Kota Jayapura, Jumat (29/5/2026). (dok: panitia kegiatan) 

Ringkasan Berita:
  • Sikap-sikap positif tersebut dinilai sangat penting dalam memahami dinamika kehidupan bergereja, berbangsa, dan bermasyarakat di zaman sekarang.
  • Pdt Esron B Tampubolon menegaskan langkah nyata untuk mewujudkan generasi emas HKBP adalah dengan mengimplementasikan motto kepemudaan secara konsisten.

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Perjalanan panjang Pekabaran Injil di Tanah Batak yang dimulai oleh para penginjil asal Inggris pada tahun 1824, kini telah membuahkan hasil yang luar biasa.

Misi suci yang kemudian dilanjutkan oleh para misionaris Belanda dan Jerman tersebut, sukses melahirkan sebuah persekutuan Kristen besar yang kini dikenal luas sebagai gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Saat ini, HKBP tercatat telah berkembang sangat pesat. Jumlah jemaatnya kini diperkirakan telah mencapai sekitar 6,5 juta jiwa.

Hebatnya, jutaan jemaat tersebut tidak hanya tersebar di berbagai pelosok wilayah Indonesia, melainkan sudah meluas hingga ke mancanegara.

Pesatnya persebaran ini tentu tidak lepas dari karakter tangguh warga Batak itu sendiri.

Baca juga: 175 Pemuda Batak Papua Ikuti Youth Camp HKBP, Besok Pesta Gondang Naposo Digelar di Jayapura

Mereka dikenal luas sebagai kaum perantau yang tangguh, mudah beradaptasi, dan selalu membawa nilai-nilai spiritual ke mana pun mereka melangkah.

Jika menilik catatan sejarah, penerimaan awal masyarakat Batak terhadap kekristenan didukung kuat oleh pendekatan para misionaris yang sangat bijak.

Para penginjil terdahulu menempatkan ajaran Kristen sebagai penerang yang selaras, bahkan mampu melampaui kebudayaan lokal tanpa menghancurkannya.

GONDANG NAPOSO BATAK - HKBP Resort Papua secara resmi menggelar kegiatan akbar bertajuk Youth Camp & Pesta Gondang Naposo. Acara yang berlangsung selama dua hari ini dimulai sejak Jumat (29/5/2026) hingga Sabtu (30/5/2026), dipusatkan di Aula BPMP Kotaraja, Kota Jayapura.
GONDANG NAPOSO BATAK - HKBP Resort Papua secara resmi menggelar kegiatan akbar bertajuk Youth Camp & Pesta Gondang Naposo. Acara yang berlangsung selama dua hari ini dimulai sejak Jumat (29/5/2026) hingga Sabtu (30/5/2026), dipusatkan di Aula BPMP Kotaraja, Kota Jayapura. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Pendekatan kontekstual ini sangat sejalan dengan konsep pemikiran teolog ternama, Richard Niebuhr, mengenai hubungan antara Kristus dan budaya.

Secara teologis, pendekatan tersebut menerapkan prinsip Christ Transform Culture (Kristus Mentransformasi Budaya) serta Christ above Culture (Kristus di Atas Budaya).

Tantangan Era Digital dan Peran Strategis Pemuda

Kini, di tengah derasnya arus modernisasi dan era digitalisasi, gereja dihadapkan pada tantangan baru yang tidak mudah.

Menyikapi hal tersebut, Pendeta Esron B Tampubolon, M.Th, menegaskan generasi muda Batak Kristen wajib mengambil peran strategis.

Menurutnya, kaum muda tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus menjadi subjek sekaligus objek dalam pelayanan gereja.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved