Kepemimpinan Gubernur Papua Tengah
Sekolah Gratis Bukan Sekadar Program Populis, Meki Nawipa: Ini Upaya Memutus Rantai Ketertinggalan
Terkait Pendidikan gratis, menurut Meki Fritz Nawipa, program tersebut sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Penulis: M Choiruman | Editor: M Choiruman
Penerapan sistem asrama secara menyeluruh tidak mudah dilakukan, terutama ketika program MBG diterapkan secara nasional tanpa mempertimbangkan kondisi spesifik daerah.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah merancang konsep sekolah sepanjang hari sebagai solusi yang lebih kontekstual dan realistis.
Program sekolah sepanjang hari ini adalah, anak-anak datang ke sekolah dan langsung mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar yang tidak tersedia di rumah.
Pemerintah menyediakan perlengkapan seperti sabun mandi, handuk, dan kebutuhan kebersihan lainnya.
Baca juga: Gubernur Meki Nawipa Ingatkan Pejabat Terkait 3 Pilar: Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi
Setibanya di sekolah, anak-anak diarahkan untuk mandi terlebih dahulu. Hal ini penting karena tidak semua anak memiliki akses terhadap fasilitas kebersihan yang memadai di rumah.
“Karena anak-anak di rumah belum tentu mandi dan juga belum tentu memiliki fasilitas. Jadi mereka mandi di sekolah, sarapan dan kemudian belajar,” paparnya.
Setelah sarapan, kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasa sesuai kurikulum pendidikan yang berlaku.
Baca juga: Pacu Semangat Belajar Siswa Papua, Meki Nawipa Bagikan Laptop Gratis Untuk Pelajar di Mimika
Program ini tidak menggantikan kurikulum nasional, melainkan menjadi program tambahan yang memperkuat kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa.
Kemudian siang hari, anak-anak mendapatkan makan siang bergizi, kemudian beristirahat atau tidur siang.
Setelah itu, mereka mengikuti kegiatan tambahan seperti ekstrakurikuler, pembinaan karakter, maupun aktivitas kreatif lainnya.
Baca juga: Bagikan Puluhan Laptop Gratis kepada Pelajar Jadi Cara Meki Nawipa Bangun SDM di Kabupaten Puncak
Meki Nawipa menegaskan, tujuan utama dari program ini adalah memastikan anak-anak memiliki lingkungan yang aman, terarah, dan produktif untuk belajar dan berkembang.
Ia juga menambahkan bahwa dengan kondisi fisik yang lebih sehat dan aktivitas yang terarah, anak-anak dapat beristirahat dengan baik di rumah dan kembali ke sekolah dengan kondisi yang lebih siap.
Meki Nawipa mengakui untuk melaksanakan program tersebut masih terdapat tantangan, terutama terkait penerimaan masyarakat terhadap program MBG.
Baca juga: Kesan Mendalam Meki Nawipa: Melihat Sosok Tuhan dalam Komitmen Presiden Prabowo untuk Papua Tengah
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengedepankan pendekatan pemberdayaan masyarakat lokal. Gereja, masjid, dan komunitas setempat dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan program.
“Pendekatan ini terbukti efektif, tidak hanya dalam meningkatkan penerimaan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru,” urainya.
Tribun-Papua.com
Kepemimpinan Gubernur Papua Tengah
Meki Nawipa
Meki Fritz Nawipa
Deinas Geley
Wakil Gubernur Papua Tengah
Kantor Gubernur Papua Tengah
Gubernur Papua Tengah
Andy Flores Noya
| Andy F Noya ‘Roasting’ Meki Fritz Nawipa di Talkshow Satu Tahun Kepemimpinannya |
|
|---|
| Inilah Konsep Meki Nawipa Tentang Sekolah Sepanjang Hari Untuk Anak Papua Tengah: Selaras Dengan MBG |
|
|---|
| Andy F Noya Bertemu Nara Sumber, dr Maria Lousia Rumateray saat Talkshow di Papua Tengah |
|
|---|
| Andy F Noya: Saya Juga Anak Papua, Rasanya Kembali ke Kampung Halaman |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Ibadah Syukur Awali Peringatan Satu Kepemimpinan Gubernur dan Wagub Papua Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Andy-Pandu-Talkshow.jpg)