Kepemimpinan Gubernur Papua Tengah
Sekolah Gratis Bukan Sekadar Program Populis, Meki Nawipa: Ini Upaya Memutus Rantai Ketertinggalan
Terkait Pendidikan gratis, menurut Meki Fritz Nawipa, program tersebut sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Penulis: M Choiruman | Editor: M Choiruman
Ringkasan Berita:
- Duet kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa dan Deinas Geley, selain mengenalkan konsep Pendidikan Sekolah Sepanjang Hari, juga Pendidikan gratis.
- Konsep Pendidikan gratis sebagai upaya atau strategi jangka panjang untuk memutus rantai ketertinggalan anak-anak di Tanah Papua.
- Terbukti dalam enam hingga tujuh bulan pelaksanaan awal, lebih 2.000 pelajar di Papua Tengah telah mengakses pendidikan tanpa biaya.
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Terobosan duet kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa dan Deinas Geley soal Pendidikan tidak hanya isapan jempol.
Mulai konsep Pendidikan bertajuk Sekolah Sepanjang Hari, hingga program Sekolah Gratis untuk anak-anak asli Papau dan anak-anak pendatang.
Baca juga: Andy F Noya ‘Roasting’ Meki Fritz Nawipa di Talkshow Satu Tahun Kepemimpinannya
Konsep Pendidikan di Papua Tengah ini Kembali ditegaskan gubernur pertama Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa bersama Deinas Geley saat talkshow bertajuk Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Jumat (20/2/2026).
Dalam kegiatan yang dipandu jurnalis senior, Andy Flores Noy aitu digelar di Balroom Kantor Gubernur Papua Tengah di Kawasan Bandara Lama Nabire di Jalan Sisingamangaraja Kota Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Terkait Pendidikan gratis, menurut Meki Fritz Nawipa, program tersebut sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Meki Fritz Nawipa mengatakan, pendidikan gratis bukan sekadar program populis, melainkan strategi jangka panjang untuk memutus rantai ketertinggalan.
Terbukti dalam enam hingga tujuh bulan pelaksanaan awal, lebih 2.000 pelajar di Papua Tengah telah mengakses pendidikan tanpa biaya.
Baca juga: Inilah Konsep Meki Nawipa Tentang Sekolah Sepanjang Hari Untuk Anak Papua Tengah: Selaras Dengan MBG
Selain itu, lanjut pria mantan pilot ini, mahasiswa asal Papua Tengah yang menempuh studi di Nabire dan sejumlah perguruan tinggi di Papua menunjukkan capaian akademik yang baik dengan rata-rata indeks prestasi di atas 3,0.
Ia menegaskan, data tersebut menunjukkan kalau anak-anak Papua mampu bersaing dengan pelajar daerah lain jika pemerintah memberi kesempatan yang setara.
Sementara itu, Meki Fritz Nawipa menekankan transparansi dan disiplin anggaran sebagai kunci pelaksanaan program prioritas.
Baca juga: Andy F Noya Bertemu Nara Sumber, dr Maria Lousia Rumateray saat Talkshow di Papua Tengah
Ia menegaskan pemerintah provinsi akan fokus pada hasil yang terukur, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Sedangkan konsep Sekolah Sepanjang Hari merupakan solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pemenuhan gizi anak-anak di Papua Tengah, sekaligus menjadi pendekatan inovatif sesuai kondisi sosial dan geografis masyarakat.
Bahkan program sekolah sepanjang hari tersebut sekaligus sebagai upaya untuk mendukung visi misi program nasional yang digagas Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: Andy F Noya: Saya Juga Anak Papua, Rasanya Kembali ke Kampung Halaman
Masih menurut Gubernur Papua Tengah pertama yang dipilih rakyat secara langsung ini mengatakan, konsep sekolah sepanjang hari ini lahir dari realitas kehidupan anak-anak di kampung yang menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas dasar.
Penerapan sistem asrama secara menyeluruh tidak mudah dilakukan, terutama ketika program MBG diterapkan secara nasional tanpa mempertimbangkan kondisi spesifik daerah.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah merancang konsep sekolah sepanjang hari sebagai solusi yang lebih kontekstual dan realistis.
Program sekolah sepanjang hari ini adalah, anak-anak datang ke sekolah dan langsung mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar yang tidak tersedia di rumah.
Pemerintah menyediakan perlengkapan seperti sabun mandi, handuk, dan kebutuhan kebersihan lainnya.
Baca juga: Gubernur Meki Nawipa Ingatkan Pejabat Terkait 3 Pilar: Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi
Setibanya di sekolah, anak-anak diarahkan untuk mandi terlebih dahulu. Hal ini penting karena tidak semua anak memiliki akses terhadap fasilitas kebersihan yang memadai di rumah.
“Karena anak-anak di rumah belum tentu mandi dan juga belum tentu memiliki fasilitas. Jadi mereka mandi di sekolah, sarapan dan kemudian belajar,” paparnya.
Setelah sarapan, kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasa sesuai kurikulum pendidikan yang berlaku.
Baca juga: Pacu Semangat Belajar Siswa Papua, Meki Nawipa Bagikan Laptop Gratis Untuk Pelajar di Mimika
Program ini tidak menggantikan kurikulum nasional, melainkan menjadi program tambahan yang memperkuat kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa.
Kemudian siang hari, anak-anak mendapatkan makan siang bergizi, kemudian beristirahat atau tidur siang.
Setelah itu, mereka mengikuti kegiatan tambahan seperti ekstrakurikuler, pembinaan karakter, maupun aktivitas kreatif lainnya.
Baca juga: Bagikan Puluhan Laptop Gratis kepada Pelajar Jadi Cara Meki Nawipa Bangun SDM di Kabupaten Puncak
Meki Nawipa menegaskan, tujuan utama dari program ini adalah memastikan anak-anak memiliki lingkungan yang aman, terarah, dan produktif untuk belajar dan berkembang.
Ia juga menambahkan bahwa dengan kondisi fisik yang lebih sehat dan aktivitas yang terarah, anak-anak dapat beristirahat dengan baik di rumah dan kembali ke sekolah dengan kondisi yang lebih siap.
Meki Nawipa mengakui untuk melaksanakan program tersebut masih terdapat tantangan, terutama terkait penerimaan masyarakat terhadap program MBG.
Baca juga: Kesan Mendalam Meki Nawipa: Melihat Sosok Tuhan dalam Komitmen Presiden Prabowo untuk Papua Tengah
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengedepankan pendekatan pemberdayaan masyarakat lokal. Gereja, masjid, dan komunitas setempat dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan program.
“Pendekatan ini terbukti efektif, tidak hanya dalam meningkatkan penerimaan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru,” urainya.
Saat ini program sudah berjalan di 10 titik dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal, khususnya mama-mama di gereja dan komunitas. Sekitar 50 sampai 70 orang mendapatkan pekerjaan dan penghasilan dari program ini.
Baca juga: Sekolah Papua Harapan Hadir di Nabire, Gubernur Meki Nawipa: Wujud Kebangkitan SDM Papua Tengah
Oleh karena itu, dengan konsep Pendidikan sepanjang hari bisa menjadi dasar dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan, sekaligus menjadi model inovasi pendidikan berbasis kebutuhan lokal. (*)
Tribun-Papua.com
Kepemimpinan Gubernur Papua Tengah
Meki Nawipa
Meki Fritz Nawipa
Deinas Geley
Wakil Gubernur Papua Tengah
Kantor Gubernur Papua Tengah
Gubernur Papua Tengah
Andy Flores Noya
| Andy F Noya ‘Roasting’ Meki Fritz Nawipa di Talkshow Satu Tahun Kepemimpinannya |
|
|---|
| Inilah Konsep Meki Nawipa Tentang Sekolah Sepanjang Hari Untuk Anak Papua Tengah: Selaras Dengan MBG |
|
|---|
| Andy F Noya Bertemu Nara Sumber, dr Maria Lousia Rumateray saat Talkshow di Papua Tengah |
|
|---|
| Andy F Noya: Saya Juga Anak Papua, Rasanya Kembali ke Kampung Halaman |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Ibadah Syukur Awali Peringatan Satu Kepemimpinan Gubernur dan Wagub Papua Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Andy-Pandu-Talkshow.jpg)