Kain Terfo Sarmi
Pelajar Sarmi Dipersiapkan Jadi Pewaris Budaya Tenun Terfo
Pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal, khususnya warisan tenun Terfo yang merupakan bagian
Penulis: Anderson Esris | Editor: Marius Frisson Yewun
Ringkasan Berita:
- Pelestarian Budaya: Disdikbud Sarmi menggelar pelatihan tenun Terfo untuk siswa SMP/SMA selama tiga hari.
- Fokus: Tujuannya adalah melestarikan identitas budaya dan memperkuat pendidikan karakter pelajar.
- Materi: Peserta diajarkan teknik menenun dan filosofi/nilai kearifan lokal di balik corak Terfo.
- Dampak: Diharapkan tenun Terfo memiliki nilai ekonomi dan menjadi kebanggaan generasi muda Sarmi.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Anderson Esris
TRIBUN-PAPUA.COM, SARMI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarmi, Fransina Padwa secara resmi membuka kegiatan pelatihan tenun Terfo yang ditujukan bagi siswa-siswi tingkat SMP, SMA, dan SMK di sana. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, (26/11/2025) bertempat di Aula GKI St. Antonius, Sarmi.
Pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal, khususnya warisan tenun Terfo yang merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Sarmi. Kadis berharap para peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Pelatihan diikuti oleh perwakilan dari delapan sekolah, terdiri dari lima SMP serta tiga SMA/SMK yang tersebar di wilayah Kabupaten Sarmi. Para peserta didampingi guru pembimbing dari masing-masing sekolah dan akan mengikuti pelatihan selama tiga hari ke depan.
Baca juga: Kemenaker Kirim Chef Latih Juru Masak di Biak Hasilkan Pangan Berstandar
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan, Kepala Bidang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarmi, Yunus Luwunaung, serta Kepala Seksi Kebudayaan, Preskila Ambani. Keduanya memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta serta menekankan pentingnya pewarisan budaya melalui pendidikan formal.
Yunus Luwunaung menyebutkan bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada keterampilan menenun, tetapi juga mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal, sejarah motif, dan filosofi di balik setiap corak kain Terfo. Hal ini diharapkan mampu memperkuat identitas pelajar sebagai generasi penerus budaya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kebudayaan, Preskila Ambani menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus menggelar pelatihan serupa di tahun-tahun mendatang dengan jangkauan sekolah yang lebih luas, agar budaya menenun terus tumbuh dan berkembang.
Baca juga: Pemprov Papua Tengah Luncurkan 3 Aplikasi Baru, Tingkatkan Pelayanan Publik
Para siswa yang hadir tampak antusias mengikuti pelatihan hari pertama. Mereka diajarkan langsung oleh pengrajin tenun lokal yang berpengalaman. Selain teknik dasar menenun, peserta juga diajak mengenal alat-alat tenun tradisional yang digunakan secara turun-temurun.
Dengan adanya kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarmi berharap tenun Terfo tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan menjadi kebanggaan generasi muda Sarmi.
Kain Terfo terbuat dari pintalan serat daun pucuk muda pohon nibung atau daun pohon nipah. Proses pembuatannya dilakukan secara alami dan memakan waktu bisa sebulan sebab dimulai dari proses merebus daun, memintal menjadi benang hingga proses tenun.(*)
Kampung Terfones
Tribun-Papua.com
Info Pemkab Sarmi
Pemkab Sarmi
Kadisdik Sarmi
Dinas Pendidikan Sarmi
Tenun Terfo
Budaya Papua
Masyarakat Sarmi
| Jadwal dan Link Live Streaming Persipura vs Persiku di Pekan Terakhir Championship 2025/2026 |
|
|---|
| Peringatan Hardiknas 2026, BGN Nabire Dorong Sekolah Tingkatkan Edukasi Gizi untuk Siswa |
|
|---|
| Peringatan 63 Tahun 1 Mei, KNPB Desak Perhatian Dunia Terhadap Papua |
|
|---|
| Persipura di Ujung Penentuan, Wajib Menang demi Juara Grup Timur dan Tiket Promosi Liga 1 |
|
|---|
| Sidak Bulog Papua, Anggota DPR RI Yan Mandenas Tekankan Pentingnya Percepatan Distribusi Pangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/msajdsakdakdaskgksdkajgaskda.jpg)