Minggu, 3 Mei 2026

Kain Terfo Sarmi

Pelajar Sarmi Dipersiapkan Jadi Pewaris Budaya Tenun Terfo

Pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal, khususnya warisan tenun Terfo yang merupakan bagian

Tayang:
Tribunnews.com/Anderson Esris
KABUPATEN SARMI - Sesi foto bersama usai pembukaan kegiatan pelatihan tenun terfo yang dibuka oleh Kepala Dinas pendidikan kabupaten Sarmi, Fransina Padwa, Rabu, (26/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  •     Pelestarian Budaya: Disdikbud Sarmi menggelar pelatihan tenun Terfo untuk siswa SMP/SMA selama tiga hari.
  •     Fokus: Tujuannya adalah melestarikan identitas budaya dan memperkuat pendidikan karakter pelajar.
  •     Materi: Peserta diajarkan teknik menenun dan filosofi/nilai kearifan lokal di balik corak Terfo.
  •     Dampak: Diharapkan tenun Terfo memiliki nilai ekonomi dan menjadi kebanggaan generasi muda Sarmi.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Anderson Esris

TRIBUN-PAPUA.COM, SARMI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarmi, Fransina Padwa secara resmi membuka kegiatan pelatihan tenun Terfo yang ditujukan bagi siswa-siswi tingkat SMP, SMA, dan SMK di sana. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, (26/11/2025) bertempat di Aula GKI St. Antonius, Sarmi.

Pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal, khususnya warisan tenun Terfo yang merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Sarmi. Kadis berharap para peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Pelatihan diikuti oleh perwakilan dari delapan sekolah, terdiri dari lima SMP serta tiga SMA/SMK yang tersebar di wilayah Kabupaten Sarmi. Para peserta didampingi guru pembimbing dari masing-masing sekolah dan akan mengikuti pelatihan selama tiga hari ke depan.

Baca juga: Kemenaker Kirim Chef Latih Juru Masak di Biak Hasilkan Pangan Berstandar

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan, Kepala Bidang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarmi, Yunus Luwunaung, serta Kepala Seksi Kebudayaan, Preskila Ambani. Keduanya memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta serta menekankan pentingnya pewarisan budaya melalui pendidikan formal.

Yunus Luwunaung menyebutkan bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada keterampilan menenun, tetapi juga mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal, sejarah motif, dan filosofi di balik setiap corak kain Terfo. Hal ini diharapkan mampu memperkuat identitas pelajar sebagai generasi penerus budaya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kebudayaan, Preskila Ambani menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus menggelar pelatihan serupa di tahun-tahun mendatang dengan jangkauan sekolah yang lebih luas, agar budaya menenun terus tumbuh dan berkembang.

Baca juga: Pemprov Papua Tengah Luncurkan 3 Aplikasi Baru, Tingkatkan Pelayanan Publik

Para siswa yang hadir tampak antusias mengikuti pelatihan hari pertama. Mereka diajarkan langsung oleh pengrajin tenun lokal yang berpengalaman. Selain teknik dasar menenun, peserta juga diajak mengenal alat-alat tenun tradisional yang digunakan secara turun-temurun.

Dengan adanya kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarmi berharap tenun Terfo tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan menjadi kebanggaan generasi muda Sarmi.

Kain Terfo terbuat dari pintalan serat daun pucuk muda pohon nibung atau daun pohon nipah. Proses pembuatannya dilakukan secara alami dan memakan waktu bisa sebulan sebab dimulai dari proses merebus daun, memintal menjadi benang hingga proses tenun.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved