Selasa, 5 Mei 2026

Chef di Biak

Kemenaker Kirim Chef Latih Juru Masak di Biak Hasilkan Pangan Berstandar

memberikan pelatihan sertifikasi pengolahan pangan kepada tenaga kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Tayang:
Tribunnews.com/Fiona Sihasale
PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN - Para Karyawan Dapur Gizi SPPG Yayasan Solusi Bangun Bangsa saat mengikuti pelatihan sertifikasi pengolahan pangan oleh BPVP Sorong, Selasa, (25/11/2025). Pelatihan dilakukan selama dua hari mulai tanggal 25 - 26 November 2025.  

Ringkasan Berita:
  • Sertifikasi Kemenaker: Kemenaker melalui BPVP Sorong melatih dan mensertifikasi tenaga SPPG (dapur gizi) di Biak Numfor.
  • Fokus Kebersihan: Pelatihan menekankan higienitas ketat (wajib APD, seragam dari dapur) untuk mencegah kontaminasi pangan.
  • Standar & Kompetensi: Peserta mendapat sertifikat "juru masak" yang diakui. Persiapan dapur mengacu pada standar BGN.
  • Tujuan Program Gizi: Pelatihan ini bertujuan menjamin kualitas dan keamanan pelaksanaan program makan bergizi gratis Presiden.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong, Provinsi Papua Barat, memberikan pelatihan sertifikasi pengolahan pangan kepada tenaga kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Solusi Bangun Bangsa, CV Aruri Jaya Biak Numfor, Papua.

Pelatihan berlangsung selama dua hari mulai tanggal 25 - 26 November 2025, berlangsung di Dapur Gizi SPPG CV Aruri Jaya, Kabupaten Biak Numfor.

Pelatihan ini menghadirkan dua instruktur dari BPVP Sorong, yakni Chef Simon Maryen dan Rudolf Mirino, S.Kom. Setiap dapur mengikuti pelatihan selama dua hari.

Baca juga: Pemprov Papua Tengah Luncurkan 3 Aplikasi Baru, Tingkatkan Pelayanan Publik

Chef Simon dalam kesempatannya mengatakan, materi inti dari pelatihan tersebut adalah kenyamanan pangan dengan fokus pada kebersihan diri para pekerja. 

Ia juga mengingatkan bahwa penyaji makanan wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap mulai dari masker, sarung tangan, celemek hingga sepatu untuk mencegah kontaminasi. 

Selain itu, lanjutnya, seragam kerja juga tidak boleh dipakai dari rumah dan harus dikenakan setelah tiba di dapur. “Risiko sangat besar bila pekerja tidak memiliki pengetahuan benar soal pengolahan makanan. Karena itu, pelatihan ini memastikan mereka memahami kebersihan mulai dari diri, peralatan, hingga proses pengiriman makanan ke sekolah,” ujarnya saat ditemui media di Biak, Rabu (26/11/2025)

Baca juga: Penarikan Undian Drive and Win sjrat Toyota Meriahkan Penutupan sjrat Fair 2025

Lebih lanjut, Simon menambahkan, setiap dapur memiliki 47 peserta yang seluruhnya akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Sertifikat tersebut tidak mencantumkan jabatan teknis seperti tukang cuci piring atau pemotong bahan, melainkan sebagai “juru masak” agar menjadi nilai jual kompetensi bagi para peserta di masa depan.

Sementara itu, Pengelola SPPG Yayasan Solusi Bangun Bangsa CV Aruri Jaya, Ima Tangdilian, menjelaskan terkait persiapan dapur mengacu pada standar Badan Gizi Nasional (BGN). 

Meski belum 100 persen, Ima memastikan penyempurnaan akan dilakukan sebelum peluncuran layanan makanan bergizi gratis. Ia menyebut idealnya satu dapur memiliki 47 tenaga kerja sesuai standar BGN. 

Baca juga: SPPG Wamena Klarifikasi Roti MBG Berjamur yang Beredar di Medsos

"Di awal operasional nanti kemungkinan tidak semuanya bekerja tergantung kapasitas porsi, yang lain standby sesuai kebutuhan,” jelas Ima.

Selain mengikuti pelatihan, kata Ima, sebelumnya seluruh peserta yang juga adalah karyawannya diwajibkan menjalani uji laboratorium kesehatan sebelum masuk sebagai tenaga kerja ditempatnya.

Ima menambahkan bahwa seluruh proses ini dilakukan untuk mendukung keberhasilan program makan bergizi gratis yang menjadi prioritas Presiden dan Wakil Presiden. 

Baca juga: Aparat di Yahukimo Jatuhkan Bom dari Drone Menewaskan Pelajar dan Satu Warga Luka-Luka

“Kita ingin program ini benar-benar sampai ke anak-anak, terutama di Papua, termasuk Biak Numfor,” imbuhnya

Pelatihan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di dua dapur MBG, yakni Dapur Inggiri dan salah satu dapur MBG di Kabupaten Supiori.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved