Selasa, 5 Mei 2026

MBG Wamena

SPPG Wamena Klarifikasi Roti MBG Berjamur yang Beredar di Medsos

Andre membenarkan bahwa roti tawar yang difoto lalu dibagikan itu merupakan bagian dari menu Makanan Bergizi

Tayang:
Penulis: Amatus Hubby | Editor: Marius Frisson Yewun
Tribunnews.com/Amatus Hubby
ROTI BERJAMUR - Kepala SPPG Wamena, Wilayah Wamena Kota II, Andre Gunawan (kanan) saat melakukan klarifikasi di Wamena pada Selasa, (25/11/2025) sore. Ia menegaskan bahwa roti berjamur yang diposting oleh wali murid di salah satu sekolah, merupakan jatah hari Senin yang disimpan oleh anak bersangkutan hingga hari Selasa, sehingga sudah berjamur. 
Ringkasan Berita:
  • Klarifikasi SPPG: Kepala SPPG Wamena mengklarifikasi roti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral berjamur.
  • Penyebab: Roti tersebut berjamur karena dibawa pulang dan baru dikonsumsi pada hari Selasa, padahal seharusnya dikonsumsi pada hari Senin.
  • Daya Tahan: Roti MBG tidak mengandung pengawet dan hanya bertahan 3 hari sejak didistribusikan.
  • Instruksi: Pihak sekolah diminta tidak mengizinkan siswa membawa pulang makanan MBG yang mudah basi.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Andre Gunawan mengklarifikasi postingan media sosial yang dilakukan seorang wali murid di salah satu sekolah dan menyebutkan roti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada anaknya sudah berjamur.

Andre membenarkan bahwa roti tawar yang difoto lalu dibagikan itu merupakan bagian dari menu Makanan Bergizi (MBG). Namun setelah dilakukan investigasi ke dapur umum dan sekolah terkait, ternyata roti itu merupakan jatah MBG hari Senin yang disimpan oleh murid bersangkutan.

“Harusnya roti tawar ini dikonsumsi pada hari Senin, namun siswa ini bawa pulang dan baru akan dikonsumsi pada hari Selasa di rumah,” kata Andre Gunawan di Wamena, Selasa, (25/11/2025).

Baca juga: BPBJ Papua Pegunungan Bekali ASN Lakukan Pengadaan Barang Lebih Akurat

Ia menegaskan bahwa roti tawar yang digunakan dalam program MBG tidak mengandung bahan pengawet dan hanya bertahan selama tiga hari. Roti ini didistribusikan dari Jayapura (provinsi Papua) pada hari Sabtu dan dikemas pada Minggu malam untuk disalurkan pada hari Senin.

"Kalau dikonsumsi dihari Selasa jelas kemungkinan akan berjamur karena harusnya dikonsumsi saat kita salurkan di hari Senin, karena ini roti bertahanya hanya 3 hari saja" ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini, dia mengimbau seluruh pihak sekolah untuk tidak menganjurkan anak didiknya membawa pulang MBG ke rumah, khususnya makanan yang rentan kadaluwarsa. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk memberikan makanan bergizi yang berkualitas dan aman bagi seluruh siswa di Wamena.

Baca juga: Kirim Tim ke Papua Usut Kasus Ibu Hamil Ditolak 4 RS, Kemenkes Pastikan Bakal Beri Sanksi Tegas

“Kami selalu serius dalam program MBG ini, karena MBG salah satu program prioritas Presiden, sehingga kami tidak pernah main-main dalam pendistribusiannya,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved