Kamis, 23 April 2026

Info Wamena

DPRK Jayawijaya Terusik Ketika Harga Beras Naik dan Disnakerindag Diam

“Ini dinas bersangkutan harus bergerak. Kalau tidak, kita undang Satpol PP dan kepolisian, kita sama-sama sisir pasar. Ini kan bagian dari

Penulis: Amatus Hubby | Editor: Marius Frisson Yewun
Tribun-Papua.com/Amatus Hubby
EKONOMI WAMENA - Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya, Yosep Lokobal di dampingi Anggotanya Yomi Kogoya saat melakukan wawancara di ruang banggar pada Kamis (24/4/2026). Ia mengatakan DPR merasa tidak tenang ketika harga sembako naik tanpa pengawasan. 
Ringkasan Berita:
  • Yosep Lokobal soroti kenaikan harga, terutama beras, ancam sidak pasar dengan Satpol PP dan polisi jika dinas tak proaktif.
  • Yosep: harga bervariasi, dinas harus awasi dan kendalikan; jika tidak, DPRK dan aparat gabungan turun.
  • Yosep tekankan pengawasan rutin, isu air bersih juga jadi perhatian Komisi B DPRK Jayawijaya.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA – Ketua Komisi B di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Yosep Lokobal, menyoroti pemerintah atas ketidakstabilan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang mulai terjadi di wilayah itu. 

Yosep menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas, termasuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pasar jika instansi terkait tidak segera bertindak.

Baca juga: Pemkot Jayapura Dorong Kreativitas Pemuda Lewat Pelatihan Barista 

Menurut Yosep, kenaikan dan variasi harga yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi global dan nasional yang merembet ke daerah. 

Ia memberikan atensi khusus pada komoditas beras yang harganya kini dinilai tidak seragam dan cenderung meresahkan masyarakat.

“Karena pengaruh global, secara internasional maupun nasional, itu pasti berdampak pada harga-harga di daerah. Kami di Komisi B selalu mengingatkan hal ini. Sekarang harga beras saja sudah mulai bervariasi,” ujarnya.

Baca juga: Lurah Gurabesi Pastikan Tidak Ada Pungutan Saat Pembagian Bantuan Pangan Nasional

Yosep menegaskan bahwa Komisi B tidak akan tinggal diam jika dinas terkait tidak proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian harga di lapangan. 

Ia mengancam akan menggandeng Satpol PP serta pihak kepolisian untuk turun langsung melakukan penertiban di pasar-pasar.

“Ini dinas bersangkutan harus bergerak. Kalau tidak, kita undang Satpol PP dan kepolisian, kita sama-sama sisir pasar. Ini kan bagian dari kerja setiap hari masuk kantor, setiap bulan dapat gaji, jadi apa yang dikerjakan?” tegasnya.

Baca juga: DPR Sebut Pemprov Papua Pegunungan dan Jayawijaya Slow Respons Korban Longsor

Ia menambahkan bahwa pengawasan rutin sangat krusial untuk mencegah terjadinya spekulasi harga oleh oknum pedagang yang tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Yosep menekankan bahwa ketidakstabilan harga ini harus segera diatasi agar tidak memicu dampak yang lebih buruk, yakni inflasi yang tidak terkendali di Kabupaten Jayawijaya.

“Harga-harga di pinggiran ini sudah tidak benar. Kami selalu ingatkan, jangan sampai ini menjadi bagian dari inflasi yang tidak bisa kita kendalikan bersama di daerah ini,”jelasnya.

Baca juga: Sinergi Astra Group Dalam Edukasi Safety Riding di Daihatsu Sales Office Papua

Selain menyoroti stabilitas harga pangan, Yosep juga menyebutkan bahwa permasalahan ini menjadi perhatian penting bagi Komisi B, di samping pembahasan mengenai isu krusial lainnya, seperti ketersediaan air bersih bagi warga yang sebelumnya sempat dibahas dalam forum tersebut.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved