Selasa, 19 Mei 2026

Pemkab Sarmi

Mengakhiri Era Bekerja dengan Asumsi, Pemkab Sarmi Menerapkan Aplikasi Satu Data

“Data adalah aset strategis. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan asumsi, tapi harus berdasarkan fakta dan angka yang jelas,” tegas Sthephenson. 

Tayang:
Tribun-Papua.com/Anderson Esris
KABUPATEN SARMI - Plt Kepala Diskominfo Sarmi, Stephenson Derek saat menyampaikan sambutan saat sosialisasi Sarmi Satu Data yang berlangsung pada Jumat , (19/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Hapus Asumsi: Kadis Kominfo Sarmi tegaskan pembangunan harus berbasis fakta, bukan sekadar asumsi.
  • Aplikasi Integrasi: Peluncuran aplikasi "Sarmi Satu Data" untuk menyatukan data antar-perangkat daerah.
  • Kebijakan Akurat: Data yang valid menjadi fondasi agar kebijakan publik lebih transparan dan tepat sasaran.
  • SDM Digital: Sosialisasi dilakukan untuk mempercepat transformasi birokrasi digital di Pemkab Sarmi.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Anderson Esris

TRIBUN-PAPUA.COM, SARMI - Dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan yang berbasis data, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sarmi, Sthephenson Derek, menegaskan pentingnya penyelenggaraan program Satu Data Indonesia di tingkat daerah. 

Hal itu disampaikannya saat digelarnya sosialisasi “Sarmi Satu Data” yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Sarmi pada Jumat, (19/12/2025) di Kantor Dinas Kominfo Sarmi.

Sthephenson menjelaskan bahwa Satu Data Indonesia bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola data yang efektif, efisien, dan akurat untuk mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah. 

Baca juga: Sentuhan Kasih di Port Numbay: Kala 100 Gereja Mendapat Berkat Natal dari Pemkot Jayapura

“Melalui kegiatan ini, kita berupaya menyamakan persepsi serta meningkatkan kolaborasi dalam pengelolaan data,” ungkapnya.

Ia menambahkan, aplikasi Sarmi Satu Data hadir sebagai instrumen penting untuk mempercepat integrasi data antar-perangkat daerah. Dengan sistem yang saling terhubung, data yang dihasilkan akan lebih valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menjadi fondasi kuat dalam pengambilan kebijakan.

Menurutnya, implementasi Satu Data juga akan mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih tepat sasaran, transparan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap seluruh peserta mampu memahami mekanisme dan regulasi yang ada, serta ikut aktif menyajikan dan mengelola data yang baik di unit kerja masing-masing.

Baca juga: Kesan Mendalam Meki Nawipa: Melihat Sosok Tuhan dalam Komitmen Presiden Prabowo untuk Papua Tengah

“Data adalah aset strategis. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan asumsi, tapi harus berdasarkan fakta dan angka yang jelas,” tegas Sthephenson. 

Ia pun menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dalam mendukung transformasi digital birokrasi.

Kepala Dinas Kominfo itu juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya sosialisasi ini.

Baca juga: Pemkab Jayapura Salurkan Bahan Natura di 139 Kampung, Sambut Natal dan Tahun Baru

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif, dengan sesi pemaparan materi, diskusi teknis, dan simulasi penggunaan aplikasi. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang berlangsung hingga akhir acara.

Melalui kegiatan ini, Stev, menegaskan komitmennya dalam membangun sistem informasi pemerintahan yang terbuka, partisipatif, dan berbasis data, sebagai bagian dari upaya menuju birokrasi digital yang unggul dan responsif.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved