Kamis, 9 April 2026

Kampung Nelayan di Sarmi

Dinas Perikanan Sarmi Ajak Warga Bangun Kampung Nelayan Merah Putih

Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Distrik Sarmi, Kamis, (22/1/2026), bertujuan untuk menyamakan persepsi antara pemerintah

Tribun-Papua.com/Anderson Esris
KABUPATEN SARMI - Sesi foto bersama usai rapat bahas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Sarmi, Kamis, (22/1/2025). Pemerintah Sarmi menargetkan kampung ini sudah terbentuk pada Februari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Musyawarah Bersama: Dinas Perikanan Sarmi kumpulkan tokoh adat dan nelayan bahas Kampung Nelayan Merah Putih.
  • Program Strategis: Proyek ini merupakan program Presiden Prabowo untuk tingkatkan ekonomi pesisir Sarmi.
  • Selesaikan Ulayat: Pemerintah pastikan persoalan hak adat tuntas agar pembangunan tidak terhambat.
  • Tujuan Sejahtera: Program ini fokus pada penyediaan fasilitas layak serta kesejahteraan nelayan lokal.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Anderson Esris

TRIBUN-PAPUA.COM, SARMI - Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Fredyk Sawefkoy, memimpin pertemuan bersama tokoh adat, ketua keret, kepala distrik, lurah, ketua nelayan lokal, serta perwakilan nelayan Nusantara untuk membahas rencana pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih

Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Distrik Sarmi, Kamis, (22/1/2026), bertujuan untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan pemilik ulayat serta nelayan yang akan terdampak langsung dengan program Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Baca juga: Persaingan Championship Memanas: Persipura Incar Puncak, Garudayaksa dan Barito Putera dalam Kudeta

Fredyk Sawefkoy memastikan Kampung Nelayan Merah Putih memiliki dampak positif yaitu meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat ekonomi pesisir, serta menyediakan fasilitas yang layak dan berkelanjutan.

Pemerintah mengharapkan sebelum penerapan Kampung Nelayan Merah Putih, tidak ada lagi persoalan di masyarakat, terutama yang menyangkut hak ulayat. Persoalan hak ulayat terkadang menjadi hambatan dalam pembangunan.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Makassar-Jayapura Februari 2026, Harga Tiket Mulai Rp966 Ribuan

“Kami tidak ingin pembangunan ini terhenti di tengah jalan. Karena itu, semua pihak harus duduk bersama sejak awal, menyampaikan aspirasi, dan menyelesaikan persoalan secara musyawarah,” ujarnya.

Fredyk juga mengajak tokoh adat, kepala distrik, lurah, serta para ketua nelayan untuk turut mengedukasi masyarakat agar mendukung penuh program strategis nasional ini demi kepentingan bersama dan masa depan nelayan di Sarmi.

Baca juga: Pemanfaatan Biogas Pertama di Papua Diganjar Penghargaan di Sawit Award 2025

Kabupaten Sarmi terdiri atas 10 distrik, 2 kelurahan dan 92 kampung. Dengan luas wilayah 17.742,00 km⊃2; dan jumlah penduduk 36.726 jiwa.

Mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada hasil pertanian dan kelautan. Mereka masih menggarap lahan perkebunan secara manual, termasuk menangkap ikan juga demikian.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved