Minggu, 12 April 2026

IDI Papua

Setiap Detik Berharga, IDI Papua Pertajam Respons Code Blue di Rumah Sakit

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Sabtu (11/4/2026), diikuti para dokter dan tenaga kesehatan dari

Tribun-Papua.com/Yulianus Magai
KESEHATAN PAPUA - Ketua IDI Wilayah Papua dr. Nickanor Kaladius Reumi Wonatorey, Sp.U saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jayapura, Sabtu, 11/4/2026). IDI Papua dan PERDATIN menggelar seminar tentang penerapan Early Warning System (EWS) dan Code Blue bagi tenaga medis di Jayapura. 

Ringkasan Berita:
  • Faktor Kecepatan: Ketua IDI Papua, dr. Nickanor Wonatorey, menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan respons adalah kunci utama menyelamatkan pasien kritis.
  • Sistem Code Blue: Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan komunikasi antar-tenaga medis dalam menangani kondisi yang mengancam nyawa.
  • Etika & Profesionalisme: Selain kemampuan teknis, dokter diingatkan untuk tetap mengedepankan etika profesi, empati, dan tanggung jawab kemanusiaan.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua dr. Nickanor K.R. Wonatorey, Sp.U menghadiri seminar bertema penanganan pasien kritis melalui penerapan Early Warning System (EWS) dan aktivasi Code Blue, yang digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Cabang Papua.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Sabtu (11/4/2026), diikuti para dokter dan tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit di Jayapura. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Baca juga: Pemkab Sarmi Tetapkan CFD Jadi Nafas Baru Ekonomi Mama Papua

Dalam seminar tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Papua dr. Nickanor Kaladius Reumi Wonatorey, Sp.U menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan respons menjadi faktor utama dalam menyelamatkan pasien kritis, terutama pada kondisi kegawatdaruratan.

Kepada Tribun-Papua.com, dr. Nickanor menjelaskan bahwa Code Blue merupakan sistem respons cepat yang dirancang untuk menangani pasien dalam kondisi yang mengancam nyawa. “Respons cepat menjadi kunci utama dalam menyelamatkan pasien kritis. Setiap detik sangat berharga dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dokter memiliki kewajiban untuk melakukan penilaian kebutuhan dasar pasien secara cepat, memberikan pertolongan segera, serta memastikan rujukan ke fasilitas yang lebih lengkap apabila dibutuhkan.

Baca juga: Warna Baru Honda Stylo 160 Burgundy Makin Retro

Menurutnya, selain kecepatan, koordinasi dan komunikasi antartenaga medis juga sangat penting dalam mendukung keberhasilan penanganan pasien.

“Tenaga medis harus mampu berkomunikasi dengan baik, termasuk berkoordinasi dengan layanan ambulans dan fasilitas kesehatan lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dr. Nickanor juga menekankan pentingnya etika profesi dalam praktik kedokteran. Ia menyebut bahwa profesionalisme, tanggung jawab moral, dan empati harus menjadi dasar dalam setiap tindakan medis.

Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan kesehatan.

Baca juga: Tropicanaslim Gandeng RS Dian Harapan Jayapura Sosialisasi Cegah Diabetes Melitus di Tanah Papua

“Penanganan pasien darurat tidak boleh ditunda. Harus cepat, tepat, dan mengutamakan keselamatan pasien,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa profesi dokter memiliki tanggung jawab kemanusiaan yang tinggi, sehingga wajib memberikan pertolongan dalam kondisi apa pun.

“Di mana pun berada, dokter harus siap memberikan bantuan tanpa dibatasi situasi, dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua terus menekankan pentingnya etika profesi dalam setiap kegiatan, sebagai landasan moral bagi para dokter dalam menjalankan tugas sesuai sumpah dan janji profesi.

Baca juga: Astra Honda Racing Team Siap Dominasi Podium Seri Pembuka ARRC Malaysia

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved