Minggu, 3 Mei 2026

Kabupaten Sarmi

Peringatan Hardiknas Jadi Komitmen Disdikbud Sarmi Perkuat Sektor PAUD

Menurutnya, pemerataan layanan PAUD ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh anak usia dini mendapatkan akses

Tayang:
Tribun-Papua.com/Anderson Esris
PENDIDIKAN SARMI - Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, Gabriel J.E. Rudamaga, S.Pd., usai pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas, Sabtu (2/5/2026). Ia memastikan pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pendidikan jenjang awal yaitu PAUD. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerataan PAUD: Terdapat 46 satuan PAUD yang kini tersebar merata dari wilayah pantai barat hingga timur Kabupaten Sarmi.
  • Wajib Belajar: Dinas Pendidikan Sarmi mendorong program wajib belajar 13 tahun dengan menjadikan PAUD sebagai fondasi karakter.
  • Dukungan Fasilitas: Pada tahun 2026 sembilan PAUD di Sarmi mendapatkan bantuan digitalisasi berupa komputer dan pembangunan sarana.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Anderson Esris

TRIBUN-PAPUA.COM, SARMI - Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarmi untuk memperkuat komitmen dalam membangun sektor pendidikan, khususnya pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, Gabriel J.E. Rudamaga, S.Pd., usai pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas, Sabtu (2/5/2026).

Gabriel menjelaskan bahwa saat ini terdapat 46 satuan pendidikan PAUD yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sarmi. Sebaran tersebut mencakup wilayah pantai barat hingga Sarmi Kota, kemudian dari Sarmi kota hingga pantai Timur, termasuk wilayah Bonggo serta beberapa PAUD di daerah Tor Atas.

Menurutnya, pemerataan layanan PAUD ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh anak usia dini mendapatkan akses pendidikan yang layak. Ia menegaskan bahwa momentum Hardiknas menjadi pengingat bersama untuk terus mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas bagi generasi muda sejak usia dini.

Baca juga: 6 Suku Asli Nabire Bersatu Siapkan Langkah Besar Kawal Masa Depan Adat

Lebih lanjut Gabriel menyoroti pentingnya program wajib belajar 13 tahun yang mencakup pendidikan pra sekolah. Ia menegaskan bahwa PAUD merupakan jenjang awal yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter anak sebagai fondasi sebelum memasuki pendidikan dasar.

Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar membawa anak-anak usia 0 hingga 6 tahun untuk mengikuti pendidikan PAUD. Menurutnya, pendidikan usia dini merupakan landasan penting dalam membentuk kesiapan anak baik secara mental maupun sosial sebelum masuk ke jenjang sekolah dasar.

Dalam kesempatan tersebut, Gabriel juga menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus menyukseskan pendidikan anak usia dini. Ia menegaskan bahwa jajaran PAUD akan tetap semangat dan konsisten dalam memperkuat peran bersama para guru untuk membangun kualitas pendidikan di daerah.

Baca juga: Hampir Dua Dekade Guru Honorer di Sarmi Bekerja Tanpa Kepastian Status

Terkait program revitalisasi, ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah memberikan perhatian melalui bantuan pembangunan dan penataan sarana pendidikan. Pada tahun sebelumnya, PAUD Santa Theresa Sarmi telah menerima bantuan berupa pembangunan gedung dan penataan taman, sementara pada tahun 2026 terdapat alokasi untuk sembilan PAUD.

Selain itu, dukungan juga diberikan melalui program digitalisasi berupa bantuan televisi digital dan komputer Merah Putih dari Kementerian Pendidikan. Di sisi lain, peningkatan kualitas tenaga pendidik juga dilakukan melalui program sertifikasi bagi guru, termasuk guru non-PNS yang turut menerima bantuan langsung serta insentif bulanan dari pemerintah pusat.

Baca juga: Mahasiswa Jayawijaya Tuntut Transparansi Beasiswa dan Perhatian Bagi Guru

Menutup pernyataannya, Gabriel berharap adanya perhatian berkelanjutan dari pemerintah pusat serta kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan PAUD. Ia juga memberikan semangat kepada para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, dengan harapan ke depan dapat memperoleh kesempatan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved