Rabu, 22 April 2026

Festival Budaya Biak

Munara Fan Nanggi di Jalan Imam Bonjol Menyajikan Menu Khas Biak

Kegiatan Munara Fan Nanggi dirangkaikan dengan Pesona Kuliner dimana Ruas Jalan Imam Bonjol, sepanjang kurang lebih 200 meter di

Tribun-Papua.com/Fiona Sihasale
MUNARA FAN NANGGI - Para tamu undangan baik wisatawan lokal, maupun mancanegara turut meramaikan Munara Fan Nanggi dan Pesona Kuliner dalam Festival Budaya Biak. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan Munara Fan Nanggi (acara atau kegiatan makan bersama) dan Pesona Kuliner, yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Biak (FBB) 2025. 

Menurut Bupati, kegiatan Pesona Kuliner tahun ini merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menggali dan memperkenalkan kekayaan kuliner berbasis kearifan lokal masyarakat Biak.

Baca juga: Dispar Biak Numfor Target 7.000 Pengunjung pada FBB 2025

Sementara itu Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C. Kapissa, dalam kesempatan yang sama mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen melalui Munara Fan Nanggi atau upacara memberi makan, ini adalah kebangkitan budaya Biak Numfor.

"Dengan menu kearifan lokal, kita akan makan tetapi terlebih dahulu dipersembahkan kepada Tuhan Allah agar diberkati tanah ini dan laut kita, supaya menjadi subur dan menjadi berkat bagi banyak orang,” ujar wakil bupati di Biak, Minggu (19/10/2025l

Baca juga: DPR Papua Sebut FBB Sebagai Langkah Strategis Bagi Kunjungan Wisatawan ke Biak 

Dalam Bahasa Biak, Fan Nanggi berarti memberi makan. Sedangkan Munara Fan Nanggi memiliki makna upacara memberi makan bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Allah atas berkat alam, tanah, dan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Biak.

Lebih lanjut, wakil bupati menjelaskan bahwa upacara Fan Nanggi mengandung makna spiritual dan sosial yang mendalam. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap alam serta ungkapan syukur atas berkat Tuhan bagi masyarakat Biak Numfor.

Baca juga: Ratusan Pelajar Ikuti Lomba Paduan Suara Etnik Tingkat SMP pada FBB

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Biak menjadi duta budaya dengan turut menjaga dan memaknai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Fan Nanggi. 

“Mari kita bersama-sama menjaga kearifan lokal, adat istiadat, serta seni budaya kita,” ajak Wabup.

Kegiatan Munara Fan Nanggi dirangkaikan dengan Pesona Kuliner dimana Ruas Jalan Imam Bonjol, sepanjang kurang lebih 200 meter dipenuhi pondok-pondok berisi makanan pangan lokal atau khas Biak seperti ubi rebus, jagung rebus, aneka olahan ikan, sayur-sayuran, dan banyak menu pangan lokal lainnya disajikan oleh dinas terkait. 

Baca juga: Persipura Menang Dramatis Meski Dikerjai Wasit, Rahmad Darmawan Puji Semangat Juang Mandowen Cs

Turut dihadir dalam Munara Fan Nanggi Duta Besar Seychelles, Niko Barito, Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran pejabat pemerintahan, Ketua TP PKK Biak Numfor Ny. Imelda W. Mansnembra, Ketua GOW Biak Ny. Renny Haryanti Kapissa, serta sejumlah tamu undangan dan seluruh lapisan masyarakat dan juga wisatawan Mancanegara.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved