Senin, 13 April 2026

Pemkab Biak Numfor

Pemkab Biak Usulkan 25 Lokasi Baru Kampung Nelayan Merah Putih

Biak Numfor dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan potensi sumber daya perikanan sehingga optimistis mendapatkan dukungan tersebut.

 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sedang mengusulkan 25 lokasi baru dalam program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan sektor perikanan berbasis kampung nelayan modern.
  • Usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari keberhasilan program Kampung Nelayan Modern (KALAMO) yang merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Biak Numfor, Effendi Iggrisa, menyebut, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengusulkan 25 lokasi baru dalam program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan sektor perikanan berbasis kampung nelayan modern.

Menurutnya, usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari keberhasilan program Kampung Nelayan Modern (KALAMO) yang merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Program ini bertujuan mentransformasi kampung nelayan tradisional menjadi kawasan perikanan modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, guna meningkatkan produktivitas, kesejahteraan nelayan, serta daya saing produk perikanan.

Baca juga: Pemkab Biak Numfor Dorong Usulan Tingkat Kampung Masuk SIPD RI

Ia menjelaskan, dari 25 lokasi yang diusulkan, empat di antaranya akan menjadi hub utama atau sentra aktivitas perikanan (HAP) yang tersebar di Biak Utara, Biak Barat, Biak Timur, dan Pulau Numfor.

Sementara 21 lokasi lainnya akan berfungsi sebagai desa penyangga yang mendukung operasional hub tersebut.

“Setiap hub nantinya akan didukung empat sampai lima desa penyangga. Fasilitas utama seperti di Samber memang tidak seluruhnya tersedia di desa penyangga, tetapi tetap akan diberikan dukungan berupa perahu, motor tempel, serta alat tangkap untuk memperkuat aktivitas perikanan,” ujarnya.

Sebagai proyek percontohan, kawasan KALAMO di Kampung Samber dan Kampung Binyeri, Distrik Yendidori, yang diresmikan pada 23 November 2023, telah menunjukkan perkembangan signifikan. 

Di lokasi tersebut telah dibangun dermaga tambatan kapal, pabrik es dan cold storage,

Tempat Pelelangan Ikan (TPI), bengkel kapal, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBBN), serta balai pelatihan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan.

“Hingga saat ini, KALAMO Biak sudah melakukan pengiriman ikan ke Surabaya. Pengiriman terakhir kontainer ke-20 dengan volume sekitar 15 ton,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara nasional pemerintah pusat menargetkan pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026, dengan alokasi 200 lokasi untuk Provinsi Papua.

Biak Numfor dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan potensi sumber daya perikanan sehingga optimistis mendapatkan dukungan tersebut.

Baca juga: Markus Oktovianus Mansnembra Nahkodai Partai Golkar Biak Numfor: Janji Perolehan Kursi Bertambah

Selain program jangka pendek, Dinas Perikanan juga mendorong rencana jangka panjang berupa pembangunan industri pengolahan dan pengalengan ikan di Biak.

Saat ini, Bupati Biak Numfor tengah melakukan koordinasi dan komunikasi ke pemerintah pusat dan pelaku usaha guna menarik investasi.

“Kalau kita bicara industri, tentu tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Kita harus siapkan lahan dan mencari investor karena nilai investasinya besar. Ini kerja-kerja ke depan untuk memperkuat sektor perikanan di Biak Numfor,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved