Pemkab Biak Numfor
Wabup Biak Numfor: Program Kerja Harus Berbasis Kebutuhan Riil Masyarakat
Alokasi anggaran harus mengikuti program prioritas yang memiliki dampak nyata, bukan sekadar pembagian pagu anggaran secara merata.
Penulis: Fiona Sihasale | Editor: Paul Manahara Tambunan
Ringkasan Berita:
- Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemkab Biak Numfor menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menerapkan prinsip money follows program.
- Artinya, alokasi anggaran harus mengikuti program prioritas yang memiliki dampak nyata, bukan sekadar pembagian pagu anggaran secara merata.
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR — Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, resmi memulai musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat distrik untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Distrik Samofa diarahkan menjadi barometer pembangunan daerah dengan fokus pada penguatan sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata.
Wakil Bupati Biak Numfor Jimmy Kapissa menyatakan, perencanaan tahun 2027 merupakan periode krusial untuk mengakselerasi visi pembangunan jangka menengah daerah 2025–2029.
Ia menekankan program yang disusun tidak boleh sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Baca juga: Anggaran Dipangkas Rp 111 Miliar, Pemkab Biak Numfor Perketat Skala Prioritas
"Tahun 2027 adalah momentum penting untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, sehat, dan mandiri. Kami ingin memastikan hasil pembangunan semakin dirasakan oleh masyarakat di tingkat tapak," ujar Jimmy saat membuka Musrenbang Distrik Samofa di Balai Kampung Mandouw, Rabu (25/2/2026).
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemkab Biak Numfor menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menerapkan prinsip money follows program.
Artinya, alokasi anggaran harus mengikuti program prioritas yang memiliki dampak nyata, bukan sekadar pembagian pagu anggaran secara merata.
Jimmy juga mengingatkan pentingnya integrasi data melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) RI.
Hal ini dilakukan untuk menjamin transparansi serta memastikan tidak ada aspirasi masyarakat dari tingkat kampung yang terabaikan dalam proses pendokumentasian.
"Seluruh proses perencanaan dan penganggaran wajib terintegrasi guna menjamin akuntabilitas, sesuai arahan pemerintah pusat," tambahnya.
Ketahanan Pangan
Sebagai distrik terbesar kedua di Biak Numfor yang mencakup 11 kampung dan 7 kelurahan, Samofa diharapkan mampu menyinergikan program daerah dengan program strategis nasional, terutama dalam sektor ketahanan pangan.
Kepala Distrik Samofa Adam Umar menjelaskan, usulan prioritas dalam musrenbang kali ini meliputi rehabilitasi sarana pendidikan, infrastruktur jalan, dan pengembangan potensi lokal.
Baca juga: Polisi Biak Tangkap Terduga Pelaku Pencemaran Nama Baik lewat Facebook
Untuk ketahanan pangan, terdapat lima kampung yang menjadi fokus utama, yakni Kinmom, Sumberker, Wisata Binsari, Anjareuw, dan Maryendi.
Kabupaten Biak Numfor
Musyarwarah Rencana Pembangunan (Musrenbang)
Jimmy Kapisa
Papua
Jimmy Kapissa
| Dorong Kesiapan Pelaku Wisata Biak, Bupati Markus Mansnembra Kukuhkan 20 Pokdarwis |
|
|---|
| Markus Mansnembra Apresiasi Kelompok Doyai Panen Semangka, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Biak |
|
|---|
| Cegah Pemborosan Anggaran, Pemkab Biak Gandeng Akademisi UNNES Susun ASB |
|
|---|
| Bupati Biak Numfor Optimis Raih WTP Usai Serahkan LKPD 2025 Unaudited Tepat Waktu ke BPK |
|
|---|
| Pemkab Biak Numfor Audiensi dengan BI, Bahas Launching Pasar Digital Darfuar dan Championship ETPD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/for-Jimmy-Kapissa-saat-membuk.jpg)