Biak Numfor
Pemkab Biak Tekan Inflasi Lewat Pasar Murah Sembako Pada Momen Hardiknas
“Pemerintah daerah melalui bupati terus berupaya menekan angka inflasi. Salah satu indikatornya dengan melakukan program pasar
Penulis: Fiona Sihasale | Editor: Marius Frisson Yewun
Ringkasan Berita:
- Langkah Konkret: Pemkab Biak Numfor menggelar pasar murah untuk membantu daya beli masyarakat sekaligus menekan angka inflasi daerah.
- Subsidi Harga: Sejumlah bahan pokok dijual jauh di bawah harga pasar seperti beras seharga Rp110.000 dari harga normal Rp170.000.
- Jangkauan Luas: Wakil Bupati memastikan program pasar murah ini tidak hanya di kota tetapi akan menjangkau hingga tingkat distrik terpencil.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, terus melakukan berbagai langkah konkret untuk menekan angka inflasi daerah, salah satunya melalui program pasar murah yang menyasar langsung kebutuhan pokok masyarakat.
Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C. Kapissa, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat.
“Pemerintah daerah melalui bupati terus berupaya menekan angka inflasi. Salah satu indikatornya dengan melakukan program pasar murah untuk membantu kebutuhan masyarakat seperti beras, gula, telur, minyak goreng dan kebutuhan lainnya,” ujar Wabup Jimmy Kapissa saat memantau Pasar Murah, di Halaman Gedung Wanita Biak, Senin (4/5/2026).
Baca juga: DPR Kritik Pola Pengamanan di Papua, Yan Mandenas Minta Menteri HAM Turun ke Lapangan
Wabup Jimmy menegaskan, ketersediaan bahan pokok di Biak Numfor hingga saat ini masih dalam kondisi aman.
“Stok beras dan sembako lainnya masih dalam kondisi aman dan tersedia. Dalam momentum Hardiknas kali ini, pemda Biak menggelar pasar murah menyasar masyarakat, termasuk ASN,” katanya.
Wabup Jimmy mengingatkan pentingnya pengawasan agar program ini benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
"Kita berharap pasar murah dalam upaya menekan angka inflasi ini, agar tidak ada oknum-oknum yang memanfaatkan pasar murah ini untuk menimbun bahan pokok lalu menjualnya kembali. Mari kita memberikan ruang bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan sembako tersebut,” tegasnya.
Baca juga: Panggung Haru Guru Pulau Terpencil Jadi Pemimpin Upacara Hardiknas di Biak
Jimmy memastikan program pasar murah tidak hanya berlangsung di wilayah perkotaan, tetapi akan menjangkau daerah yang lebih jauh. “Pasar murah ini akan terus digelar hingga ke tingkat distrik yang jauh dari perkotaan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Biak Numfor, Yubelius Usior, menjelaskan bahwa pasar murah digelar untuk memberikan akses bahan pokok dengan harga terjangkau karena adanya subsidi dari pemerintah.
Dalam pelaksanaan kali ini, sejumlah kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar, di antaranya beras seharga Rp110.000 dari harga normal Rp170.000, telur ayam Rp55.000 dari harga normal Rp80.000, minyak goreng 5 liter Rp85.000 dari harga normal Rp120.000.
Baca juga: Upacara Hardiknas di Biak Jadi Unik Karena Pakai Tiga Bahasa dan Mahkota Papua
Sementara gula pasir 1 kilogram dijual Rp14.000 dari harga normal Rp22.000, tepung terigu 1 kilogram dijual Rp11.000 dari harga normal Rp16.000, serta daging ayam dijual Rp33.000 dari harga normal Rp48.000.
Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Dari hasil pantauan di lapangan, hingga sore ini dinas Perindag masih melayani masyarakat yang membeli sembako di lokasi pasar murah. Aktivitas dilokasi berjalan aman dan tertib.(*)
Kabupaten Biak Numfor
Biak Numfor
Pemkab Biak Numfor
Suku Biak Numfor
Info Biak Numfor
Wabup Biak Numfor
Inflasi
| DLH Biak Numfor Siapkan 16 Sekolah Menuju Program Adiwiyata Nasional 2026 |
|
|---|
| Bupati Biak Lepas 47 Calon Jemaah Haji Termasuk Gadis 18 Tahun Pengganti Orang Tua |
|
|---|
| Pemkab Biak Numfor Gandeng KPKNL Kelola Piutang Rp64 Miliar Demi Genjot PAD |
|
|---|
| Bupati Biak Numfor Lepas 250 Atlet Papua Perebutkan Hadiah Rp149 Juta di Hadi Open |
|
|---|
| Pemerintah Dampingi 200 Pelaku Usaha OAP Biak Taklukkan Sistem Tender Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/anterpasmurrmjsahas25264.jpg)