Jumat, 1 Mei 2026

Biak Numfor

DLH Biak Numfor Siapkan 16 Sekolah Menuju Program Adiwiyata Nasional 2026

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa, menyampaikan, Program Adiwiyata tidak semata-mata

Tayang:
Tribun-Papua.com/Fiona Sihasale
SOSIALISASI ADIWIYATA - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa saat membuka sosialisasi Program Adiwiyata,  di Restoran 99 Biak, Kamis (30/4/2026). Dinas Lingkungan Hidup Biak Numfor meningkatkan pemahaman 16 sekolah yang hendak mengikuti program Adiwiyata 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Sosialisasi Adiwiyata : DLH Biak Numfor membekali 16 sekolah untuk memperkuat budaya peduli lingkungan sejak dini.
  • Bukan Sekadar Lomba : Program ini bertujuan mengubah perilaku warga sekolah dalam mengelola sampah dan penghijauan secara berkelanjutan.
  • Target Adiwiyata Mandiri : Pemerintah daerah optimis meraih predikat Adiwiyata Mandiri pada tahun 2026.
  • Tren Prestasi Positif : Hingga kini Biak Numfor telah mengantongi 15 penghargaan Adiwiyata dari tingkat kabupaten hingga nasional.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papuq menggelar sosialisasi Program Adiwiyata kepada 16 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, sebagai upaya memperkuat budaya peduli lingkungan di satuan pendidikan pada Kamis, (30/4/2026) 

Kegiatan yang berlangsung di Restoran 99 Biak ini menyasar sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK, baik negeri maupun swasta, guna mempersiapkan mereka dalam mengikuti program Adiwiyata secara optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa, menyampaikan, Program Adiwiyata tidak semata-mata berorientasi pada perlombaan atau pencapaian penghargaan.

Menurutnya, Adiwiyata merupakan gerakan yang bertujuan menanamkan kesadaran dan budaya peduli lingkungan sejak dini kepada peserta didik.

Baca juga: IKT Jaring Figur Pemersatu di Tanah Rantau Biak Numfor Jelang Musda VI

Ia menyebut peningkatan kapasitas melalui sosialisasi ini menjadi langkah penting agar sekolah tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi mampu menerapkan prinsip Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) secara berkelanjutan. 

Sekolah diharapkan menjadi agen perubahan dalam berbagai aspek pengelolaan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, konservasi air, hingga penghijauan di lingkungan sekitar.

Mailoa optimistis bahwa kolaborasi antara dinas lingkungan hidup, dinas pendidikan dan kebudayaan, serta dukungan para guru dan siswa akan mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih dan hijau di Biak Numfor

Target besar yang ingin dicapai adalah mendorong daerah ini meraih predikat Adiwiyata Mandiri pada tahun 2026.

Baca juga: Anggota DPD RI Janji Perjuangkan Tambah Maskapai Atasi Keterbatasan Armada di Biak

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Biak Numfor, Iwan Ismulyanto, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari persiapan teknis bagi sekolah dalam mengikuti program Adiwiyata, yang kini menjadi program wajib bagi seluruh satuan pendidikan. 

"Sebanyak 16 sekolah menjadi sasaran dalam kegiatan tersebut," katanya

Menurutnya, capaian Biak Numfor dalam program Adiwiyata menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, terdapat tiga sekolah yang berhasil meraih penghargaan Adiwiyata. 

Secara keseluruhan, hingga saat ini Biak Numfor telah mengantongi 15 penghargaan Adiwiyata di berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Baca juga: Bank Bosnik Intsia Papua Tumbuh Solid Raup Laba Bersih 474 Juta Rupiah

Iwan berharap melalui sosialisasi ini, pihak sekolah dapat memperoleh gambaran strategis, khususnya dalam mempersiapkan dokumen dan memenuhi indikator penilaian Adiwiyata. 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved