Rabu, 8 April 2026

Pemkab Jayapura

Atasi Keterbatasan Anggaran, Pemkab Jayapura Fokus Renovasi Rumah Warga

Berdasarkan data pemerintah setempat, backlog atau kekurangan kebutuhan rumah di wilayah ini masih mencapai angka 13.000 unit.

Tribun Papua Barat/Putri Nurjannah Kurita
RENOVASI RUMAH - Kepala DP2KP Kabupaten Jayapura, Fredy Wally saat di wawancara di Sentani, Distrik Sentani 
Ringkasan Berita:
  • Langkah ini diambil sebagai strategi efisiensi untuk mempercepat pengentasan kawasan kumuh di 19 distrik di seluruh Kabupaten Jayapura.
  • Berdasarkan data pemerintah setempat, backlog atau kekurangan kebutuhan rumah di wilayah ini masih mencapai angka 13.000 unit.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Dinas Pertanahan, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DP2KP) Kabupaten Jayapura memutuskan untuk mengubah strategi dalam penanganan hunian tidak layak huni.

Guna menyiasati keterbatasan anggaran di tengah tingginya kebutuhan rumah, pemerintah daerah kini memprioritaskan program renovasi rumah dibandingkan pembangunan unit baru.

Langkah ini diambil sebagai strategi efisiensi untuk mempercepat pengentasan kawasan kumuh di 19 distrik di seluruh Kabupaten Jayapura.

Berdasarkan data pemerintah setempat, backlog atau kekurangan kebutuhan rumah di wilayah ini masih mencapai angka 13.000 unit.

Baca juga: Majelis Rakyat Papua Pegunungan Minta Percepatan Penanganan Longsor Jalan Trans Papua

Kepala DP2KP Kabupaten Jayapura, Fredy Wally, menjelaskan bahwa pembangunan rumah baru membutuhkan biaya yang besar sehingga jumlah masyarakat yang terjangkau menjadi sangat terbatas.

"Tahun lalu kami bangun 62 rumah type 35 dan type 70. Tahun ini kita coba membangun dan rehab, tetapi difokuskan untuk rehab," ujarnya di Sentani, Selasa (10/2/2025). 

Anggaran Otsus Rp 16 Miliar

Program perumahan tahun ini didanai melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp 16 miliar.

Nilai tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, sehingga dialokasikan untuk beberapa sektor prioritas, pembangunan jalan lingkungan, renovasi rumah warga, renovasi rumah adat (Obhe).

Baca juga: Pemkab Jayapura Kaji Pola Penanganan Miras Boplas, Yunus Wonda: Bisa Lumpuh hingga Meningal

Fredy menambahkan, dengan alokasi biaya yang sebelumnya hanya cukup untuk membangun satu unit rumah, kini dapat digunakan untuk merehabilitasi 5 hingga 7 unit rumah yang sudah ada.

Adapun, langkah ini sejalan dengan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Jayapura untuk pemerataan pembangunan di empat wilayah pembangunan, mencakup area perkotaan hingga pinggiran kota.

Namun demikian, pihaknya belum memutuskan berapa rumah yang akan di rehab tetapi akan disesuaikan dengan melihat kebutuhan pada usulan Musrenbang 2025. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved