Persipura Jayapura
Black Danger Community Serukan Warga Papua Penuhi Stadion Dukung Persipura Hadapi PSS Sleman
Dukungan publik Papua diharapkan menjadi kekuatan tambahan bagi skuad asuhan pelatih untuk tampil lebih percaya diri.
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun Papua, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Persipura Jayapura akan menghadapi pertandingan krusial saat menjamu PSS Sleman pada pekan ke-17 kompetisi Championship 2025/2026, Sabtu (24/1/2026) sore, di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua.
Duel ini diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan demi memperbaiki posisi di papan klasemen.
Tambahan tiga poin menjadi harga mati bagi Mutiara Hitam untuk menjaga asa lolos otomatis ke Liga 1 musim 2026.
Bermain di kandang sendiri, Persipura tentu tidak ingin kehilangan poin.
Dukungan publik Papua diharapkan menjadi kekuatan tambahan bagi skuad asuhan pelatih untuk tampil lebih percaya diri dan menekan lawan sejak menit awal.
Baca juga: Ramai Rumakiek Serukan Dukungan Rakyat Papua untuk Persipura Hadapi PSS Sleman
Menjelang laga penting tersebut, Sporter Persipura Black Danger Community (BDC) menyerukan ajakan terbuka kepada seluruh masyarakat Papua agar memadati Stadion Lukas Enembe dan memberikan dukungan langsung kepada tim kebanggaan Bumi Cenderawasih.
Ketua Harian BDC, Simon P. Bame, mengatakan pertandingan melawan PSS Sleman bukan sekadar laga biasa, melainkan partai penentuan yang sangat berpengaruh terhadap masa depan Persipura di kompetisi musim ini.
“Kami mengajak seluruh pencinta Persipura, di mana pun berada, khususnya masyarakat di Tanah Papua, Kota dan Kabupaten Jayapura, mari datang ke stadion dan beri dukungan penuh.
Pertandingan ini sangat krusial untuk menentukan langkah Persipura menuju Liga 1,” ujarnya.
Menurut Simon, kehadiran ribuan suporter di stadion akan menjadi suntikan semangat bagi para pemain.
Atmosfer dukungan dari tribun diyakini mampu menambah motivasi, mental bertanding, serta kepercayaan diri pemain selama 90 menit pertandingan.
Ia menegaskan, suporter memiliki peran penting sebagai “pemain ke-12” yang mampu mengubah jalannya laga melalui dukungan tanpa henti.
“Kami ingin tribun Timur, Selatan, dan Utara penuh dengan nyanyian, koreografi, dan spanduk. Mari kita ciptakan atmosfer yang membakar semangat pemain sekaligus memberi tekanan mental kepada tim lawan. Itu kekuatan kita sebagai suporter,” katanya.
Simon juga mengingatkan pentingnya membeli tiket resmi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap manajemen dan keberlangsungan klub.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/R-PERSIPURA-Barisan-suporter-Pe.jpg)