Persipura Jayapura
PERADI Jayapura Bentuk TIFA 8, Desak Wasit Asing Fair Play Ketat di Laga Persipura vs Adhyaksa FC
Teknologi VAR harus menjadi alat untuk menjaga keadilan, terutama dalam laga yang menentukan nasib sebuah klub besar seperti Persipura.
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun Papua, Yulianus Magai
TRIBUN PAPUA.COM, JAYAPURA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Jayapura resmi membentuk Tim Independen Fair Play atau TIFA 8 guna mengawal pertandingan playoff promosi BRI Super League 2026/2027 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC Banten.
Pembentukan TIFA 8 disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Persipura Jayapura yang tengah berjuang kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Tim tersebut dibentuk untuk memastikan pertandingan berlangsung secara profesional, adil, dan bebas dari keputusan kontroversial yang dinilai dapat merugikan salah satu tim.
Ketua TIFA 8, Billy Marcelino Maniagasi, S.H., mengatakan pihaknya tidak ingin Persipura kembali mengalami ketidakadilan dalam pertandingan penting seperti yang pernah terjadi pada musim-musim sebelumnya.
Baca juga: Persipura Klub yang Dirindukan Liga 1, Pelatih Persiku: Kompetisi Tak Seru Tanpa Mutiara Hitam
Menurutnya, pengalaman pahit akibat keputusan perangkat pertandingan masih membekas di hati masyarakat Papua dan suporter Persipura.
“Kami dari PERADI Jayapura membentuk TIFA 8 karena tidak ingin Persipura kembali dirugikan oleh keputusan perangkat pertandingan. Tensinya sangat tinggi, sehingga fair play harus dijaga sejak awal hingga akhir pertandingan,” kata Billy kepada wartawan di Jayapura, Kamis (7/5/2026).
Billy menilai laga playoff tersebut bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertaruhan harga diri dan sejarah Persipura Jayapura sebagai salah satu klub besar di Indonesia.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak, khususnya PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), memberikan perhatian serius terhadap jalannya pertandingan.
Menurutnya, penunjukan wasit harus dilakukan secara transparan dan objektif.
TIFA 8 bahkan secara terbuka mendesak agar pertandingan dipimpin oleh wasit asing atau minimal wasit berlisensi FIFA dengan rekam jejak yang bersih dari kontroversi.
“Kami meminta perangkat pertandingan yang benar-benar netral dan profesional. Bila perlu gunakan wasit asing supaya tidak ada kecurigaan dan semua pihak merasa pertandingan berjalan fair,” ujarnya.
Selain persoalan wasit, TIFA 8 juga meminta penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dilakukan secara maksimal untuk meminimalisasi kesalahan pengambilan keputusan di lapangan.
Menurut Billy, teknologi VAR harus menjadi alat untuk menjaga keadilan, terutama dalam laga yang menentukan nasib sebuah klub besar seperti Persipura.
Ia juga menyoroti sejumlah pertandingan sebelumnya yang dinilai memunculkan polemik dan memicu kekecewaan publik sepak bola Papua.
| Persipura Klub yang Dirindukan Liga 1, Pelatih Persiku: Kompetisi Tak Seru Tanpa Mutiara Hitam |
|
|---|
| Gelombang Dukungan Mengalir untuk Persipura Jayapura Jelang Laga Play-Off |
|
|---|
| Jadwal dan Link Live Streaming Persipura vs Adhyaksa FC di Play-Off Promosi Championship 2025/2026 |
|
|---|
| Selangkah Lagi, Boaz Solossa dan Kolega Bawa Persipura Kembali ke Kasta Tertinggi |
|
|---|
| Selangkah Lagi Menuju Promosi, Manajer Tegaskan Persipura Siap Berjuang Habis-habisan di Play-Off |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/26-Boaz-Solossa-Cs-harus-melakoni-laga-pla.jpg)