Minggu, 12 April 2026

Tarian Papua

Hentak Kaki Yospan di Hari Jadi MRP

Tari Yospan menjadi andalan saat hari jadi Majelis Rakyat Papua ke 16 tahun,bersamaan dengan hari budaya yang juga usianya sama.

Penulis: Musa Abubar | Editor: Ri
Tribun-Papua.com/Musa Abubar
Suasana warga tari yosim pancar di depan Kantor Majelis Rakyat Papua di Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tari Yospan menjadi andalan saat hari jadi Majelis Rakyat Papua ke 16 tahun,bersamaan dengan hari budaya yang juga usianya sama.

Tari Yospan memecah kesunyian di pertengahan peringatan ulang tahun MRP dan budaya pada Jumat (29/11/2021) sore.

Ulang tahun MRP dan hari budaya itu jatuh pada 30 Oktober setiap tahun. Kali ini MRP mengundang mama-mama pengrajin noken dan sovenir untuk memeriahkan ulang tahun.

Hentakan kaki Yospan tua-muda, anak berusia sekolah dasar hingga remaja mengikuti irama lagu khas Papua yang dilantunkan oleh Edgar Aronggear sore itu.

Lagu-lagu khas Papua nonstop dinyanyikan  Edgar membuat ribuan warga yang hadir kagum, sebagian ikut tari yospan bersama,lainnya lagi hanya nonton dari jauh.

Ribuan warga yang ikut tari yospan hari itu berputar di depan panggung hiburan yang telah disediakan oleh Majelis Rakyat Papua.

Baca juga: Pahlawan Bumi Okmin Itu Pergi Untuk Selamanya 

Tari Yospan adalah jenis tarian Kontemporer yang menggambarkan pergaulan atau persahabatan pada kaum muda-mudi Biak Numfor.

Tarian ini muncul pada tahun 1960 yang kemudian sempat menjadi bagian dari senam kesehatan jasmani (SKJ) di sejumlah instansi pemerintahan.Yospan adalah bentuk akronim dari kata Yosim Pancar.

Asal usul Tari Yospan

Awalnya, Yospen terdiri dari tarian pergaulan Yosim dan Pancar. Kedua tarian tersebut adalah tarian yang berbeda tapi akhirnya dipadu menjadi satu. 

Dalam pertunjukkan Yosim yang berasal dari Yapen-Waropen, para penari mengajak warga lain untuk hanyut dalam lagu-lagu yang dibawakan kelompok penyanyi berikut pemegang perangkat musik.

Perangkat musik yang digunakan sederhana, di mana terdiri dari ukulele dan gitar yang merupakan alat musik dari luar Papua. 

Ada Juga ada alat yang berfungsi sebagai bas dengan tiga tali. Talinya biasa dibuat dari lintingan serat sejenis daun pandan yang banyak ditemui di hutan-hutan daerah pesisir Papua. 

Kemudian ada alat musik kalabasa. Alat terbuat terbuat dari labu yang dikeringkan, lalu diisi dengan manik atau batu kecil yang dimainkan cukup dengan menggoyang-goyangkan saja. 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved