Sabtu, 9 Mei 2026

KINGMI

Jemaat Kingmi Duma di Jayawijaya Dambakan Gereja yang Layak

Aspirasi itu diwujudkan lewat penyerahan proposal pembangunan gereja kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda
GEREJA KINGMI - Staf Ahli Bidang Pembangunan Perekonomian dan Keuangan Ludy Eruleke Logo saat menerima proposal pembangunan Gereja Kingmi Duma Wamena usai perayaan Hari Ulang Tahun ke-16 Gereja Kemah Injil (Kingmi) Duma Honai Lama, Klasis Balim Tengah, Sabtu (27/09/2025). Jemaat merindukan dukungan pemerintah dalam membangun gedung gereja yang lebih layak. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Suasana penuh sukacita dan kekeluargaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun ke-16 Gereja Kemah Injil (Kingmi) Duma Honai Lama, Klasis Balim Tengah, Sabtu (27/09/2025).

Ibadah syukur ini dihadiri Asisten II Setda Jayawijaya, Ludia Logo, mewakili Bupati Jayawijaya Athenius Murib, bersama para gembala dan jemaat.

Momentum ulang tahun kali ini dimanfaatkan jemaat untuk menyampaikan kerinduan besar yaitu memiliki rumah ibadah permanen yang lebih luas dan representatif. 

Baca juga: Pemkab Biak Numfor Ingin HIKMAS Jadi Mitra Pembangunan

Aspirasi itu diwujudkan lewat penyerahan proposal pembangunan gereja kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

“Kami sudah cukup lama bergumul untuk memiliki gedung gereja yang layak. Hari ini, dengan penuh iman, kami menyerahkan proposal ini sebagai bentuk komitmen dan harapan jemaat,” ujar Orgenes Kalolik, SP, mewakili Badan Pelayan Jemaat Kingmi Duma.

Baca juga: Wagub Papua Tengah Minta Motoprix Jadi Ajang Persatuan

Proposal tersebut diterima Ludia Logo. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat jemaat yang tidak hanya menjaga iman, tetapi juga berupaya membangun pelayanan rohani yang lebih baik.

“Meski usianya baru 16 tahun, semangat jemaat Kingmi Duma sangat luar biasa. Saya percaya, rumah Tuhan ini pada waktunya akan terbangun,” ungkapnya.

Baca juga: Bupati Intan Jaya Janji Dukung Pembalap Memukau di Motoprix 2025

Ludia juga menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Jayawijaya tidak bisa hadir secara langsung, mengingat bupati masih dalam masa berduka atas kepergian ibunda tercinta. Namun ia menegaskan, aspirasi jemaat akan segera diteruskan kepada pimpinan daerah.

“Gereja memiliki peran penting dalam menjaga umat. Mari bersama-sama menjaga kedamaian dan kenyamanan kota ini,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved