Kamis, 7 Mei 2026

Jayawijaya

Papua Worship Sentuh Anak-anak Jayawijaya, Warga Harap Pembangunan TK dan Jalan

Komitmen tersebut tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan seperti Jayapura, tetapi juga mulai menyasar daerah-daerah

Tayang:
Istimewa
SUASANA PEMBINAAN – Anggota DPR Papua Pegunungan, Fransina Dabby, saat menyampaikan materi tentang pengaruh sosial kepada anak-anak dan orang tua dalam kegiatan Komunitas Papua Worship di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (14/4/2026). Warga menyambut baik kehadiran komunitas dan mendukung pembinaan berkelanjutan bagi anak-anak. 

Ringkasan Berita:
  • Papua Worship gelar pembinaan karakter anak di Jayawijaya guna cegah pengaruh negatif sosial.
  • Anggota DPR dan komunitas ajak orang tua jadi garda terdepan dalam pengawasan anak.
  • Masyarakat mendesak pemerintah segera membangun fasilitas TK yang selama ini belum ada.
  • Warga keluhkan infrastruktur jalan rusak yang menghambat mobilitas dan aktivitas harian mereka.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Komunitas Papua Worship terus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda Papua melalui pendidikan karakter, pembinaan spiritual, serta pengembangan keterampilan, sebagai upaya membentuk generasi yang kuat, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah perkembangan zaman.

Komitmen tersebut tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan seperti Jayapura, tetapi juga mulai menyasar daerah-daerah pegunungan yang memiliki keterbatasan akses pendidikan dan pembinaan anak. Pada Selasa (14/4/2026), Papua Worship menggelar kegiatan pembinaan di Ilekma di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Kehadiran komunitas ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat, yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi pendidikan, akses transportasi, maupun minimnya perhatian terhadap pembinaan anak usia dini.

Ketua Komunitas Papua Worship, Ardy Logo, menegaskan bahwa pembinaan sejak usia dini merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda, mengingat semakin kuatnya pengaruh lingkungan sosial yang berdampak negatif terhadap anak-anak di Papua.

Baca juga: Hujan di Pantai Insumbre Tidak Menyurutkan Semangat Penutupan Musrenbang Biak Numfor

“Kami melihat secara langsung di lapangan, banyak anak-anak yang mulai terpapar hal-hal negatif sejak usia sangat muda. Mulai dari minuman keras, menghirup aibon, bahkan ada yang sudah mengenal ganja. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan bagi masa depan generasi Papua,” ujarnya.

Ia menambahkan, tanpa adanya pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan, anak-anak berisiko kehilangan arah dan sulit bersaing di masa depan.

“Kalau tidak dibimbing dari sekarang, mereka bisa kehilangan masa depan. Karena itu kami hadir untuk memberikan dasar yang kuat, baik secara karakter, iman, maupun keterampilan, supaya mereka punya pegangan hidup yang jelas,” katanya.

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Anak-anak terlihat aktif mengikuti setiap sesi pembinaan, sementara para orang tua turut hadir dan mengikuti materi yang disampaikan oleh para pembina.

Baca juga: Mimika Didominasi Berawan Namun Tiga Distrik Wajib Siaga Hujan

Dalam kegiatan itu, materi yang diberikan tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga orang tua, dengan fokus pada pengaruh sosial di lingkungan sekitar serta peran keluarga dalam membentuk perilaku anak.

Anggota DPR Papua Pegunungan, Fransina Dabby, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan materi terkait bahaya pengaruh sosial terhadap anak-anak. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga dan mengawasi perkembangan anak di tengah berbagai tantangan sosial.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan sekolah atau komunitas saja. Orang tua harus menjadi garda terdepan dalam menjaga anak-anak mereka, karena pengaruh lingkungan sekarang ini sangat kuat dan bisa masuk kapan saja,” ujarnya.

Fransina juga menyampaikan bahwa kehadiran Papua Worship merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi anak-anak Papua yang masih membutuhkan perhatian serius, terutama dalam hal pendidikan dasar dan pembinaan karakter.

“Kami melihat di banyak tempat, termasuk di wilayah pegunungan, masih banyak anak usia sekolah yang belum mendapatkan pendidikan yang layak. Ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, masyarakat, maupun komunitas,” katanya.

Baca juga: Biak Numfor Gelar Musrenbang Unik di Pantai Insumbre Sekaligus Pasar Murah

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved