YPMAK
Masyarakat Boiya di Kaimana Minta YPMAK Berantas TB dan Hadirkan Beasiswa
“Kami masyarakat sangat berterima kasih kepada YPMAK dan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang sudah memberi perhatian besar.
Ringkasan Berita:
- Apresiasi Ekonomi: Kepala Kampung Boiya berterima kasih atas dampak positif program YPMAK bagi ekonomi warga.
- Harapan Pendidikan: YPMAK diminta memperluas beasiswa karena banyak anak di Boiya putus sekolah usai SMA.
- Darurat Kesehatan: Masyarakat mendesak penanganan serius terhadap kasus penyakit menular gatal-gatal dan TB.
- Keberlanjutan Program: Warga berharap kolaborasi dengan PTFI terus berlanjut demi pemerataan pembangunan.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Kepala Kampung Boiya di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Yosias Tenawe menyampaikan apresiasi atas program yang dijalankan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) bagi masyarakat di wilayahnya.
Ia menilai Program Kerja (Pokja) YPMAK yang telah berjalan memberikan dampak positif, khususnya dalam membantu peningkatan ekonomi masyarakat, meski masih dalam skala terbatas.
“Kami masyarakat sangat berterima kasih kepada YPMAK dan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang sudah memberi perhatian besar. Program ini sangat membantu dan kami bisa merasakan dampaknya, terutama dalam belajar mengembangkan ekonomi,” ujar Yosias di Boiya, Distrik Teluk Etna Senin (4/5/2026).
Baca juga: Pemerintah Izinkan Kendaraan Terobos Longsor Wamena-Tolikara Demi Cegah Inflasi
Menurutnya, kehadiran program tersebut juga mendorong masyarakat untuk terus berkembang serta membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara kampung dan YPMAK di masa mendatang.
Namun demikian, Yosias berharap ke depan YPMAK dapat lebih memberi perhatian pada sektor pendidikan dan kesehatan di Kampung Boiya.
Ia mengungkapkan, masih banyak anak-anak di kampungnya yang hanya menempuh pendidikan hingga jenjang SMA dan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena keterbatasan biaya dan fasilitas.
“Saya sendiri penerima beasiswa, jadi saya berharap program pendidikan ini juga bisa dirasakan oleh adik-adik yang lain. Banyak anak-anak yang tidak lanjut karena keterbatasan,” ungkapnya.
Baca juga: Bulog Nabire Jamin Stok Beras 5 Kabupaten Aman 3 Bulan ke Depan
Dirinya juga menyoroti kondisi kesehatan masyarakat yang dinilai memprihatinkan, terutama dengan meningkatnya kasus penyakit menular seperti gatal-gatal dan Tuberkulosis (TB).
“Kami berharap ada perhatian khusus untuk layanan kesehatan. Karena kesehatan itu penting. Anak-anak harus sehat supaya bisa belajar dengan baik,” tambahnya.
Yosias berharap usulan terkait peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan dapat menjadi perhatian serius YPMAK, sehingga masyarakat di Kampung Boiya dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih merata.(*)
Tribun-Papua.com
Sekretaris YPMAK
Direktur Utama YPMAK
YPMAK
Info YPMAK
YPMAK Peduli
Beasiswa YPMAK
Deputi Monitoring YPMAK
| Tingginya Mobilisasi Warga Jadi Pemicu Utama Kasus Malaria di Kampung Wumuka |
|
|---|
| Misi Panjang YPMAK Sehatkan Warga Wumuka Hingga Pantau Obat ke Pesisir Pantai |
|
|---|
| Suster YPMAK Kawal Pasien Aindua Minum Obat Hingga Benar Benar Sembuh |
|
|---|
| Warga Aindua Puji Program Kampung Sehat YPMAK yang Selalu Siaga 24 Jam |
|
|---|
| Ini Cara Unik Petugas Medis YPMAK Lindungi Warga Ararau Dari Malaria |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/yapmskaikaimana.jpg)