Kamis, 7 Mei 2026

Disebut Bisa Sembuhkan Kanker, Bajakah Pernah Dianggap sebagai Tanaman Mistis

Sebuah tanaman yang bernama Bajakah menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Tanaman bajakah disebut bisa menyembuhkan kanker.

Tayang:
KOMPAS TV
Program siaran Aiman Kompas TV edisi Siswa Juara Dunia Penyembuh Kanker. 

Konon, tanaman ini hanya ada di Kalimantan Tengah dan tumbuh dalam jumlah terbatas.

Herlina mengatakan, tanaman ini kemungkinan besar tidak bisa dibudidayakan karena kandungannya akan berbeda dengan tanaman yang tumbuh di habitat aslinya.

Viral ART Campur Susu dengan Obat agar Anak Majikannya Tak Rewel, Ibu Korban Ceritakan Kronologinya

"Kalau dibudidayakan, kandungannya akan berbeda dengan tanaman yang ada di habitatnya karena dari struktur dan zat haranya berbeda," kata dia.

Tanaman bajakah tumbuh di lahan gambut hutan pedalaman Kalimantan dan memiliki bentuk batang bersulur.

Tanaman ini tumbuh dengan cara merambat meski memiliki batang yang cukup kuat dan besar.

Bahkan, tanaman ini bisa merambat di ketinggian lima meter hingga ke puncak pohon lain yang dirambatinya.

Tumbuhan ini hanya hidup di lokasi rimbun di mana sinar matahari tak banyak masuk karena tertutup rimbunnya hutan.

Inilah yang menjadi salah satu faktor tanaman bajakah tidak bisa dibudidayakan.

Polisi Ungkap Motif A Jual dan Rekam Istrinya dalam Video Mesum di Garut

Pengolahan bajakah sebagai obat kanker

Untuk mengolah tanaman bajakah menjadi obat kanker, prosesnya dilakukan melalui pengeringan dengan bantuan matahari.

Setelah itu, cacah tanaman yang telah mengering.

Kemudian, tumbuk hingga menjadi bubuk dan rebus.

Satu gram bubuk bajakah direbus dengan air selama 30 menit dan minum air rebusan tersebut sebagai pengganti air minum setiap hari.

Rasa rebusan air bajakah memiliki warna seperti teh dan rasa yang hambar.

Jadi Korban Konflik, Puluhan Ribu Warga dari Berbagai Distrik di Nduga Mengungsi, Ini Perinciannya

Namun, hanya mengonsumsinya dalam dua bulan mampu menghilangkan tumor.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved