Kerusuhan di Manokwari

Kerusuhan di Manokwari, Kapolri Minta Tak Ada Pengerahan Kekuatan Berlebihan di Papua Barat

Kapolri meminta Kapolda Papua Barat untuk berkoordinasi dengan TNI, guna menangani aksi kerusuhan di Manokwari dan Jayapura.

Kerusuhan di Manokwari, Kapolri Minta Tak Ada Pengerahan Kekuatan Berlebihan di Papua Barat
(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam jumpa pers di Lobi Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/1//2018). 

TRIBUNPAPUA.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta Kapolda Papua Barat Brigjen Herry Rudolf Nahak untuk berkoordinasi dengan TNI, guna menangani aksi kerusuhan di Manokwari dan Jayapura.

Dia meminta penanganan dengan tidak mengerahkan kekuatan yang berlebihan.

"Saya minta kapolda Papua Barat untuk melakukan langkah-langkah penanganan dengan tidak mengerahkan kekuatan yang berlebihan," katanya saat mengunjungi korban serangan terduga teroris di RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin (19/8/2019).

Khofifah Telepon Gubernur Papua, Minta Maaf soal Kejadian di Jatim yang Picu Kerusuhan di Manokwari

Hingga Senin siang, Tito mengaku sudah menerima laporan dari Herry tentang kondisi kerusuhan terkini.

Kata Tito, suasana di wilayah tersebut sudah berangsur kondusif.

Tito mengatakan, masih terus memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut. Jika dibutuhkan, pengamanan dibantu dari Maluku dan Sulawesi.

Aksi kerusuhan di Papua Barat pecah sejak Senin pagi.

Mendagri Beri Imbauan kepada Para Pejabat Daerah terkait Kerusuhan di Manokwari

Massa disebut membakar gedung DPRD dan sejumlah kantor instansi lainnya.

Kerusuhan dipicu kejadian di Surabaya dan Malang yang menyebut telah menghina warga Papua.

(Achmad Faizal)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kapolri Minta Tak Ada Pengerahan Kekuatan Berlebihan di Papua Barat

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved