Kamis, 23 April 2026

Ketahanan Pangan Nasional

LDII Papua Gelar Workshop Ketahanan Pangan Untuk Seluruh Pengurus

Workshop bertema 'Penguatan ekosistem ketahanan pangan dan ekonomi kreatif untuk percepatan Asta Cita di Tanah Papua', itu menghadirkan empat

Tribun-Papua.com/Putri Nurjanah Kurita
KETAHANAN PANGAN PAPUA - Workshop ketahanan pangan dan ekonomi kreatif di Aula PPPM Al-Manshurin, Distrik Heram, Kota Jayapura yang digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Papua, Sabtu, (13/9/2025). Ini merupakan upaya lembaga itu dalam mendukung da menyukseskan astra cita Prabowo Subianto  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Papua menggelar workshop ketahanan pangan dan ekonomi kreatif di Aula PPPM Al-Manshurin, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (13/9/2025).

Workshop bertema 'Penguatan ekosistem ketahanan pangan dan ekonomi kreatif untuk percepatan Asta Cita di Tanah Papua', itu menghadirkan empat narasumber dari Koreem 172/PWY Waena, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, serta pelaku usaha ekonomi kreatif.

Baca juga: Warga Liki di Sarmi Soroti Pembelian Kapal Cepat yang Tidak Sesuai Kebutuhan

Peserta kegiatan yakni pengurus LDII dari tingkat provinsi dan kabupaten di Papua diikuti secara daring dan luring. 

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Papua, H. Sugiyono mengatakan, workshop itu bertujuan dimana sebagai lembaga organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab dan kepentingan melaksanakan program pemerintah. Dengan harapan pelaksanaannya dapat disampaikan kepada seluruh anggota LDII di Papua.

Baca juga: YPMAK Dukung Upaya Penyelamatan 7 Karyawan PTFI Terjebak Longsor di Tambang Grasberg Block Cave 

Selain itu, dalam rangka melaksanakan musyawarah wilayah sehingga program pemerintah itu perlu disampaikan khususnya ketahanan pangan sebagai keberlanjutan.

"Workshop kali ini kita mengambil tema ini, sangat relevan dengan program pemerintah. Kita harus bisa mendukung itu," ujarnya.

Baca juga: Reaksi Tokoh Muda Papua, Ali Kabiay Terkait Tertangkapnya Dua Pemasok Senjata Api Untuk OPM

Sugiyono menjelaskan sejumlah program mendukung Asta Cita presiden, LDII juga melaksanakan kegiatan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan, serta energi. 

"LDII baru saja mengadakan sekolah virtual kebangsaan. Kami menginisiasi supaya menanamkan nilai kebangsaan," ujarnya. 

Baca juga: Ini Tekad Agus Riyanto Terpilih Ketua PKS Biak Numfor: Fokus Perkuat Kaderisasi 

Sugiyono berharap, usai workshop itu peserta bisa mengambil bagian dalam kebijakan pemerintah serta mendorong warga berkreatifitas dengan banyak peluang untuk menciptakan nilai ekonomi serta kesejahteraan masyarakat bisa terwujud.

Salah satu narasumber dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua Joice Piris mengatakan, ketahan pangan merupakan kondisi ketersediaan pangan yang ada di masyarakat, bisa diakses, dan di konsumsi oleh masyakarat. 

Baca juga: LINK LIVE STREAMING Persipura Jayapura vs Persipal Palu: Laga Perdana Memanas

Baginya, pangan di Papua tercukupi hanya saja akses pangan ke masyarakat masih banyak tantangan yang dihadapi khususnya penjualan, transportasi, sehingga membuat pangan itu mahal. 

Tetapi ketika masyarakat bisa menghasilkan pangan itu sendiri di halaman rumah untuk akses pangan keluarga maka kondisi ketahanan pangan bisa terjaga. 

Baca juga: Panitia Pembangunan Aula Sinode KINGMI Center di Papua Tengah Dilantik

Sebagai Fungsional Penyuluh Pertanian Provinsi Papua, kata Joice, Bidang Ketahanan Pangan melakukan berbagai koordinasi untuk penyediaan pangan dalam pelaksanaan pangan murah, kerjasama pangan dengan petani supaya pangan dijangkau dengan mudah dan murah oleh masyarakat. 

Di Papua secara umum, dinasnya menyediakan benih tanaman, pemberian bantuan gabah, beras, buah-buahan. Sementara Asta Cita presiden pihaknya mendorong pemanfaatan pekarangan untuk pangan bergizi bagi keluarga.  Dalam workshop itu, Joice menilai dapat mendukung kegiatan pemerintah ketika materinya bisa ditransfer ke masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved