Raja ampat
Anggota DPD RI Suarakan Penutupan Tambang Nikel Raja Ampat
"Tapi orang-orang dari Jakarta. Nah ini sedih," kata Lis kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com, di Nabire kemarin.
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Akhir-akhir ini, Raja Ampat di Provinsi Papua Barat menjadi sorotan publik karena daerah yang memiliki potensi wisata sekelas dunia itu, dirusak pertambangan nikel.
Bahkan pengrusakan yang terjadi juga telah disuarakan oleh Greenpeace, karena apa yang terjadi disana, bakal mengancam keberlangsungan keanekaragaman hayati dan ekowisata masyarakat Raja Ampat.
Baca juga: Bupati Rettob: Brand Mimika Rumah Kita, Tidak Diasumsikan ke Hal Politik Lainnya
Menyikapi hal tersebut, Anggota DPD RI, Lis Tabuni angkat bicara.
Sebagai perempuan Papua, Lis mengaku prihatin dengan apa yang terjadi disana (Raja Ampat). Menurut dia, apa yang dilakukan di sana, bukan dari pemerintah daerah.
Baca juga: Disdikbud Biak Numfor Terbitkan Instruksi Penerimaan Murid Baru Tanpa Pungutan Atau Jual Seragam
"Tapi orang-orang dari Jakarta. Nah ini sedih," kata Lis kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com, di Nabire kemarin.
Dia mendesak perushaan yang beroperasi di Raja Ampat untuk tutup. Sebab operasi itu secara langsung merusak lingkungan tetapi juga menghancurkan hati orang Papua.
Baca juga: BBKHIT Papua Sosialisasi UU 21 Tahun 2019 Kepada Awak KM Sabuk Nusantara 81
"Cukup sudah yang lain kalian ambil, jangan lagi Raja Ampat, yang merupakan kebanggaan kami orang Papua," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/amdkdfkiirkkaksfa.jpg)