Sabtu, 18 April 2026

Kerusuhan di Manokwari

Mahasiswa Papua di Jakarta Tak Terpengaruh Kerusuhan di Manokwari

Mahasiswa asal Papua di Jakarta Timur tidak terpengaruh dengan adanya kerusuhan di Manokwari.

Editor: Sigit Ariyanto
(KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELA)
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono bersama perwakilan masyarakat Papua se-Jabodetabek di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019) malam. 

TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin Arrahman mengatakan, pihaknya memastikan mahasiswa asal Papua di Asrama mahasiswa Papua Kabupaten Yahukimo, Kramat Jati, Jakarta Timur tidak terpengaruh dengan adanya kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019).

Hal itu dikatakan Nurdin seusai pihaknya mengunjungi Asrama yang dihuni 23 mahasiswa asal Papua tersebut pada Senin siang tadi.

"Kami tadi bersilatuhrami ke mahasiswa asal Papua yang berkuliah di Jakarta. Silaturahmi sekaligus untuk memastikan mereka tak terprovokasi berita bohong yang banyak beredar. Kita ngobrol di teras asrama mereka seperti biasa," kata Nurdin saat dikonfirmasi wartawan, Senin.

Mahasiswa Papua di Sumatera Selatan Minta Penyebar Hoaks Penyebab Kerusuhan Ditangkap

Nurdin menjelaskan, 23 mahasiwa asal Papua dipastikan tidak terpengaruh dengan adanya kerusuhan di Manokwari.

Sebab, para mahasiswa tersebut datang ke Jakarta untuk fokus belajar dan kuliah.

"Mereka bilang tadi tetap fokus belajar. Mereka bilang datang ke Jakarta untuk belajar, jadi kalau mereka menggunakan waktunya untuk hal lain nanti rugi sendiri," ujar Nurdin.

Polisi Buru Pelaku Rasisme terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya, Video Viral Jadi Kunci

Nurdin juga memastikan keamanan mahasiswa asal Papua yang tengah menempuh pendidikan di Jakarta tersebut tetap terjaga.

"Mereka enggak minta perlindungan keamanan, tapi sudah tugas polisi untuk menjamin keamanan warga. Tanpa dimintapun ya sudah pasti kami jamin," ujar Nurdin.

Diberitakan sebelumnya, aksi protes atas diamankannya sejumlah mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang, oleh polisi, berujung pada kerusuhan di Manokwari.

Jaringan Masyarakat Sipil Jawa Timur Sebut 2 Mahasiswa Papua yang Datang Bawa Makanan Ikut Ditangkap

Pengunjuk rasa bahkan membakar kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat di Jalan Siliwangi, Manokwari.

Selain Gedung DPRD Papua Barat, massa juga membakar sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.

Tidak hanya itu, massa juga melakukan pelemparan terhadap Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII/Kasuari, yang datang untuk menenangkan massa.

Polisi Bawa Senjata Laras Panjang dan Anjing Pelacak saat Kepung Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Untuk menghentikan aksi anarkis tersebut, polisi terpaksa menembakan gas air mata.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo memastikan, meski sempat terjadi kerusuhan, namun kepolisian dibantu TNI saat ini sudah berhasil mendinginkan massa di Manokwari.

Polri menerjunkan 7 SSK (satuan setingkat kompi).

Pengepungan Asrama Papua di Surabaya, Mahasiswa Dapat Perlakuan Rasis hingga Kekerasan Fisik

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved