Jumat, 15 Mei 2026

Kerusuhan di Manokwari

Stafsus Presiden Temui Gubernur Jatim Khofifah Bahas Dugaan Rasisme terhadap Mahasiswa Papua

Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya terbang ke Surabaya untuk bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (20/8/2019).

Tayang:
Editor: Sigit Ariyanto

TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya terbang ke Surabaya untuk bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (20/8/2019).

Lenis dan Khofifah akan membahas tindakan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa di Asrama Papua di Surabaya yang berujung kerusuhan di Manokwari.

"Saya akan terbang ke Surabaya. Mungkin agak sore, kami akan pertemuan untuk Gubernur Jatim," kata Lenis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

"Nanti konsep yang saya harapkan, saya sudah laporkan kepada Presiden ada strategi khusus untuk menangani masalah Papua tapi yang lebih khusus untuk menangani masalah mahasiswa," sambung dia.

Rapat Paripurna DPR Diwarnai Interupsi, Kecam Tindakan Rasisme ke Mahasiswa Papua

Untuk menangani masalah mahasiswa Papua yang merantau, Lenis Kogoya mengatakan, pemerintah harus memerhatikan pola hidup, pola pendidikan, hingga asrama mereka.

"Jadi kejadian ini tidak terulang lagi ke depan. Ini saya laporkan pada Pak Presiden," kata dia.

Dalam situasi yang masih memanas saat ini, Lenis juga berharap kepolisian bisa menjaga setiap asrama Papua di berbagai daerah.

"Saya minta kepolisian, setiap asrama di mana minta dijaga. Ormas manapun yang mengganggu, provokatornya harus ditangkap. Siapapun dia," ujarnya.

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya Minta Polisi Tangkap Pelaku Persekusi dan Rasisme di Asrama Papua

Diberitakan, kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin kemarin.

Gedung DPRD Papua Barat, eks kantor gubernur serta sejumlah fasilitas umum dibakar.

Aksi itu merupakan luapan kemarahan masyarakat atas dugaan diskriminasi dan praktik rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Surabaya, sebelumnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo juga sudah berjanji, akan mengusut tuntas dugaan praktik rasisme terhadap mahasiswa asal Papua itu.

Mahasiswa Papua di Jakarta Tak Terpengaruh Kerusuhan di Manokwari

Dedi mengatakan, pintu masuk penyelidikan adalah dari video yang disebarkan dan viral di media sosial.

Video itu menampilkan situasi ketika mahasiswa asal Papua di asrama Surabaya didatangi sekelompok ormas, personel Polri dan TNI terkait dugaan penghinaan bendera merah putih, Jumat (16/8/2019) lalu.

"Nanti akan kami coba dalami lagi. Alat bukti dari video itu dulu. Video itu didalami dulu, setelah itu barulah siapa orang-orang atau oknum-oknum yang terlibat menyampaikan diksi dalam narasi (rasisme) seperti itu," ujar Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin.

(Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Stafsus Presiden Temui Khofifah Sore Ini, Bahas Dugaan Rasisme terhadap Mahasiswa Papua"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved