Kamis, 9 April 2026

Kerusuhan di Manokwari

Rapat Paripurna DPR Diwarnai Interupsi, Kecam Tindakan Rasisme ke Mahasiswa Papua

Tak lama setelah rapat dibuka, beberapa anggota DPR melakukan interupsi terkait kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019).

Editor: Sigit Ariyanto
(KOMPAS.com/Haryanti Puspa Sari)
Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2019) 

TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - DPR RI menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 yang berlangsung pada Selasa (20/8/2019) siang.

Rapat dimulai sekitar pukul 11.30 WIB dan dibuka oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Tak lama setelah rapat dibuka, beberapa anggota DPR melakukan interupsi terkait kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019).

Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat dari Dapil Papua Barat, Michael Wattimena meminta agar Polri mengusut peristiwa pengusiran mahasiswa Papua yang terjadi di Surabaya dan Malang, sehingga memancing kerusuhan di Manokwari, Papua Barat.

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya Minta Polisi Tangkap Pelaku Persekusi dan Rasisme di Asrama Papua

Michael menyayangkan terjadi pengusiran dan tindakan rasisme kepada mahasiswa Papua.

Apalagi, saat itu Indonesia masih dalam suasana merayakan hari Kemerdekaan.

"Ini enggak bagus. Persaudaraan kita ini dari Aceh sampai Papua, dari Miangas sampai pulau Rote, ini harus kita jaga," kata Michael.

Senada dengan itu, Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra dari dapil Papua, Steven Abraham meminta pengusutan tuntas terhadap oknum TNI-Polri yang diduga terlibat dalam melontarkan kata rasis terhadap mahasiswa Papua.

Polda Jatim Usut Kasus Ucapan Rasialis terhadap Mahasiswa Papua

"Saya minta dengan tegas TNI-Polri bahwa kita lihat kemarin video yang beredar luas jelas-jelas sekali ada pihak oknum TNI-Polri yang ikut menyerahkan kata-kata rasis," ujar Steven.

"Ini harus diusut, ditindak, bila perlu pejabat di atasnya harus dicopot," kata dia.

Steven menyayangkan pernyataan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang menyebut akan memulangkan mahasiswa Papua yang terlibat kericuhan di Malang, Jawa Timur.

Ia mengatakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo harus menegur sikap Wakil Wali Kota Malang tersebut.

Mahasiswa Papua di Jakarta Tak Terpengaruh Kerusuhan di Manokwari

"Papua dari dulu tidak pernah ada pengusiran orang pendatang," ujarnya.

Seusai dua anggota DPR itu menyampaikan interupsinya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, apa yang disampaikan dua anggota DPR itu bisa disampaikan kepada pihak terkait.

Fadli Zon berharap keadaan di Papua kembali kondusif.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved