BJ Habibie Meninggal Dunia
Kesan TB Hasanuddin kala Jadi Ajudan BJ Habibie: Pemimpin Masih Mau Mendengar dari Bawahannya
Mayjen Purn TNI Tubagus Hasanuddin tampak pasrah saat menyaksikan jasad Bacharuddin Jusuf Habibie dikebumikan di TMP Kalibata, Kamis (12/9/2019).
Habibie tidak puas dengan jalan keluar semacam itu.
"Pak Habibie masuk ruang baca, kemudian cari buku, dibaca, kemudian mungkin pendapat saya benar. Beliau ke kamar saya, mengetuk pintu, 'Hasanuddin, come here!'. Lalu kami ke ruang baca dan Pak Habibie menyampaikan, 'Ternyata teori kamu yang benar, ini saya baca'," Hasanuddin berkisah.
"Itu buat saya sangat berkesan, seorang pemimpin masih mau mendengar dari bawahannya," kata dia lagi.
• Semasa Hidupnya, Ternyata BJ Habibie & Ainun Sudah Daftar untuk Donorkan Matanya Setelah Meninggal
Habibie hendak dihabisi
Habibie jadi presiden setelah 32 tahun kekuasaan otoriter Orde Baru besutan Soeharto. Dalam masa jabatan yang tak sampai dua tahun, Habibie menggebrak. Ia membuka keran demokrasi yang macet total di era Soeharto. Tak ayal, tekanan datang bertubi-tubi.
"Ketika terjadi pergeseran-pergeseran pemimpin TNI dan sebagainya, muncul isu, ada pasukan liar. Kami diminta harus siap siaga," ujar Hasanuddin menggambarkan rumitnya keadaan kala itu.
"Saya sampai tidur pakai celana training, bawa senjata, (tidur) di bawah tempat tidurnya beliau (Habibie) demi keamanannya," ia menambahkan.
Tak berhenti di situ, Hasanuddin juga berhadapan dengan kabar bahwa sang Presiden ke-3 RI itu hendak diracun. Hasanuddin dan segenap paspampres kembali memutar otak.
"Yang belanja ke pasar pun kami kawal, beli apa, dan sebagainya," kata dia.
Meski begitu, Hasanuddin menyebut, Habibie tak gentar dengan kabar-kabar ancaman itu.
• Warga Mamuju Terbangkan 500 Pesawat Kertas untuk Kenang BJ Habibie
"Beliau benar-benar tegar. Beliau mengatakan, 'Pak Hasanuddin, hidup dan mati itu terserah Allah. Kita wayang-wayang, terserah dalangnya," kenang Hasanuddin.
BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (11/9/2019) malam. Ia meninggal usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019.
Menurut putra Habibie, Thareq Kemal Habibie, sang ayahanda wafat karena faktor usia dan masalah pada jantungnya.
"Karena penuaan tersebut, organ-organ tubuh mengalami degradasi, menjadi tidak kuat lagi. Jantungnya menyerah," kata Thareq Kemal.
Jenazah Presiden ke-3 RI itu dikebumikan tepat di samping makam istri, Hasri Ainun Habibie di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis siang.
(Vitorio Mantalean)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenangan TB Hasanuddin kala Jadi Ajudan Habibie..."