Kerusuhan di Papua

2 Pendekatan yang Bisa Dilakukan agar Masyarakat Papua Sembuh dari Luka Pasca-Kerusuhan

Dalam menyikapi persoalan kerusuhan di Papua, tidak cukup hanya memberikan bantuan logistik. Diperlukan pendekatan terhadap masyarakat setempat.

Editor: mohamad yoenus
(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Usai kerusuhan di Kota Jayapura, Papua, pada 29 Agustus 2019, pada Sabtu (31/08/2019) pagi aktifitas masyarakat sudah mulai pulih. Pasar tradisional, SPBU mulai beroperasi. Masyarakat, petugas kebersihan hingga Polisi mulai melakukan aksi bersih-bersih di jalanan 

TRIBUNPAPUA.COM - Dalam menyikapi persoalan kerusuhan di Papua, tidak cukup hanya memberikan bantuan logistik.

Kita juga perlu melakukan berbagai pendekatan terhadap masyarakat setempat.

Hal inilah yang disampaikan Psikolog Sosial dan Budaya, Dr Endang Mariani MPsi menanggapi hal yang harus dilakukan pasca kerusuhan yang marak terjadi di Papua.

"Masyarakat itu mungkin bisa jadi ada yang mengalami trauma. Nah itu dukungan logistik saja tentu tidak akan cukup. Makanya perlu adanya pendekatan-pendekatan tertentu yang harus dilakukan oleh relawan ataupun profesional dalam bidang itu," kata Endang di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Dia menyebutkan ada dua pendekatan yang bisa dilakukan yaitu sebagai bentuk dukungan terhadap warga yang mengalami kasus kericuhan di Papua tersebut.

Sebut Situasi di Papua Makin Memburuk, Veronica Koman: Saya Tak akan Berhenti Bersuara soal Papua

Pendekatan Psikososial

Pertama yang harus dilakukan kata Endang, yaitu memastikan kondisi di lokasi sudah kembali aman atau tidak bergejolak panas.

Karena menurutnya, susah untuk melakukan pendekatan jika kondisi masih dalam keadaan tidak terkendali.

Psikososial awal yang akan dilakukan yaitu untuk para penyintas atau orang yang selamat dari kasus tersebut, baik itu dari anak-anak sampai orang tua, wanita dan juga pria.

Sebab, psikososial ini akan berhubungan dengan perilaku terkait traumatik yang acapkali dialami bagi orang, paska mengalami kejadian tragis versi individu masing-masing.

“Makanya yang pertama perlu diperhatikan yaitu kondisi aman, yang paling rentan adalah anak-anak meski bisa juga orang dewasa mengalami traumatik karena kejadian rusuh itu, makanya sebelum mendekati mereka dan melakukan pendekatan lain, membuat korban merasa aman itu penting,” ujarnya.

Benny Wenda Sebut Lobi-lobi Diplomatiknya soal Papua Sama seperti Perjuangan Orang Palestina

Hal tersebut dianggap penting, untuk dapat mengembalikan kondisi emosional mereka yang mengalami trauma disaat dan paska kerusuhan terjadi.

Sehingga, setelah kondisi emosional tidak terguncang dan kembali seperti biasa meskipun diakui Endang tidak menjadikan mereka melupakan kejadian tersebut.

“Paling tidak, kita buat mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan semestinya setelah tragedi itu. Juga, buat mereka dapat mengontrol emosi mereka dengan normal,” tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved